Rusuh di Papua

Polri Berkomitmen Usut Tuntas Aksi Diskriminasi dan Rasisme Terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya

Mabes Polri menegaskan pihaknya berkomitmen mengusut aksi diskriminasi dan kalimat rasisme yang ditujukan terhadap mahasiswa Papua di Surabaya.

Polri Berkomitmen Usut Tuntas Aksi Diskriminasi dan Rasisme Terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri menegaskan pihaknya berkomitmen mengusut aksi diskriminasi dan kalimat rasisme yang ditujukan terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Polda Jawa Timur telah membentuk tim untuk melakukan pengusutan aksi tersebut.

"Ya tentunya (berkomitmen), dari Polda Jatim sudah membentuk tim untuk melakukan investigasi secara komprehensif terhadap kasus tersebut," ujar Dedi, di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/8/2019).

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menyebut nantinya penegakan hukum yang dilakukan kepolisian hanya ditujukan kepada masyarakat sipil.

Baca: Perhatian, Imbal hasil Investasi Rupiah di tahun 2020 Berpeluang Capai 7,5%

Baca: Mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo Mangkir dari Panggilan KPK

Baca: 2 Pelaku Pembunuhan Gadis di Tegal juga Sempat Minta Berhubungan Badan, Korban Menolak,Ini Alasannya

Baca: Usut Kasus Korupsi yang Rugikan Negara Rp 5,8 Triliun, KPK Geledah Satu Rumah di Tanjung Pinang

Tak hanya fokus membentuk tim untuk mengusut kasus ini, ia menuturkan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri juga sedang mendalami penyebaran konten yang memprovokasi di media sosial yang memicu kerusuhan di Papua Barat.

"Polri hanya fokus pada penegakan hukum terhadap warga negara sipil, bukan yang lain. Itu juga sudah disampaikan juga oleh Pak Kapolda Jatim," katanya.

Risma bantah isu pemulangan mahasiswa Papua

su pengusiran mahasiswa asal Papua di Surabaya dibantah langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

"Tidak benar ada pengusiran. Kalau itu terjadi, semestinya pejabat saya yang duluan, tapi pejabat saya masih bekerja. (kegiatan) semua mahasiswa dari Papua juga masih normal," ujar Risma mengutip laporan Kompas TV, Senin (19/8/2019).

Baca: Ribuan Massa Aksi Bubarkan Diri dengan Tertib, Situasi Keamanan Jayapura Berlangsung Kondusif

Halaman
1234
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved