Cerita Kasetpres Soal Mobil Jokowi Kerap Mogok

Mobil jenis Mercedes-Benz S600 Guard yang ditumpangi Jokowi, kata Heru, sudah memiliki umur 10 tahun lebih

Cerita Kasetpres Soal Mobil Jokowi Kerap Mogok
capture youtube
Ada sebuah cerita tersisa dari kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Mempawah, Kalimantan Barat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono bercerita seringnya mobil kepresidenan yang digunakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mogok saat kunjungan ke daerah. 

Mobil jenis Mercedes-Benz S600 Guard yang ditumpangi Jokowi, kata Heru, sudah memiliki umur 10 tahun lebih dan wajar jika terjadi kendala dan perlu diganti oleh mobil yang baru sesuai standar kepresidenan. 

"Ya berkali-kali (mogok). Contoh ketika beliau menggunakan di Bali, ada sesuatu yang tidak normal dan terpaksa, kami berusaha mencari pengganti," ucap Heru di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Baca: PAN Minta Pemerintah Tidak Diam Saja Hadapi Kerusuhan Papua

Menurutnya, mobil pengganti yang digunakan Presiden saat ini dari sisi persyaratan keamanannya tidak memenuhi syarat, misalnya anti peluru dan lain-lainnya. 

"Harusnya kan diganti dengan mobil yang persyaratannya sama," ucap Heru. 

Heru menyebut, tidak adanya mobil yang standar karena terbatasnya kendaraan yang ada. Saat ini jumlah kendaraan kepresidenan sebanyak delapan unit, tetapi ini dibagi dua oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. 

Baca: Ibu-ibu Mendatangi Mapolres Aceh Barat Daya, Minta Suami Mereka Dibebaskan

"Kegiatan bapak Presiden yang berkeliling Indonesia, itu masih kurang, kami harus memberangkatkan (mobil) itu H-3 atau H-4. Jadi kami harus berbagi dan di Jakarta tidak boleh tidak ada, Jakarta minimal dua mobil," paparnya. 

Heru juga menyebut mobil yang ditumpangi Jokowi kerap eror sistem elektrikalnya karena sudah berumur 10 tahun lebih. 

"Dari pihak pabrikannya sudah berkali-kali memberitahu, memberi nasehat kalau terjadi sesuatu, sulit diperbaiki," paparnya. 

Baca: Menteri Jokowi Pastikan Ibu Kota Baru RI Pindah ke Kaltim

Dalam pengadaan mobil kepresidenan, kata Heru, akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan anggaran yang dimiliki negara. 

"Kami kan bertahap, tentu kami memahami bahwa keuangan negara juga harus diprioritaskan untuk yang lainnya. Besok kan beli mungkin dua (mobil) , tahun depan tambah dua," pungkas Heru. 

"Yang lama jadi cadangan. Belum untuk kebutuhan tamu negara, tamu negara kita hanya satu," sambung Heru. 

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved