Mobil Menteri Jokowi

Ini Kata Ketua Umum PSI soal Wacana Penggantian Mobil Dinas Menteri

Grace Natalie menilai, pergantian mobil atau kendaraan dinas menteri sebaiknya tidak didasari kebutuhan tersier.

Ini Kata Ketua Umum PSI soal Wacana Penggantian Mobil Dinas Menteri
Fransiskus Adhiyuda
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie di Jakarta, Kamis (22/8/2019) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menilai, pergantian mobil atau kendaraan dinas menteri sebaiknya tidak didasari kebutuhan tersier.

Sebab, kata Grace, Indonesia masih mengalami defisit anggaran Rp 120 triliun.

Hal itu disampaikan Grace menyikapi wacana penggantian kendaraan dinas menteri Jokowi untuk pemerintahan periode mendatang.

"Kalau penggantiannya karena mau kendaraan model baru, itu namanya tersier. Kita lihat kondisi kita defisit masih Rp 120 triliun," ujar Grace Natalie di Jakarta, Kamis (22/8/2019) malam.

Ia pun mengatakan, apabila penggantian kendaraan dinas menteri didasari kebutuhan mendesak, maka hal tersebut boleh saja dilakukan.

Misalnya, lanjut Grace, penggantian disebabkan kendaraan lama tidak mumpuni lagi dalam menunjang aktivitas menteri.

"Misalnya karena kendaraan lama rusak sehingga mengganggu produktivitas dan aktivitas menteri. Karena menteri kan tidak boleh terganggu aktivitasnya. Makanya semua tergantung kebutuhan," jelas Grace.

DPR Setuju

Wakil Ketua DPR Fadli Zon setuju dengan rencana pengadaan mobil baru untuk menteri dan pimpinan lembaga lainnya pada periode 2019-2024.

Menurut Fadli, mobil Toyota Crown Royal Saloon yang digunakan saat ini sudah berusia 9 sampai 10 tahun.

Halaman
1234
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved