Mobil Menteri Jokowi

Roy Suryo: Menteri-menteri Jokowi Nggak Usah Dibelikan Mobil Baru, Rental Saja

Menurut Roy, untuk mobil dinas menteri, cukup dengan cara menyewa atau rental saja, daripada membeli yang baru.

Roy Suryo: Menteri-menteri Jokowi Nggak Usah Dibelikan Mobil Baru, Rental Saja
TWITTER
Cuitan Roy Suryo seputar kontroversi pengadaan mobil dinas untuk Presiden dan Wakil Presiden serta para menteri di akun Twitter. 

Heru menambahkan, sebenarnya pabrikan mobil sudah beberapa kali mengingatkan bahwa kerusakan pada kendaraannya yang sudah berumur lebih dari sepuluh tahun sulit untuk diperbaiki.

Karena itu, selain mengganti, Kemensetneg juga berencana menambah jumlah kendaraan dinas kepresidenan dari yang tadinya delapan unit menjadi sepuluh unit.

"Dengan kegiatannya Bapak Presiden yang berkeliling Indonesia, itu (jumlah delapan unit) masih kurang," kata dia.

Tampak belakang mobil dinas yang baisa dipakai Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman, terparkir di Kompleks Kementerian Pertanian RI, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (22/1/2019)
Tampak belakang mobil dinas yang baisa dipakai Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman, terparkir di Kompleks Kementerian Pertanian RI, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (22/1/2019) (Tribunnews.com/Fitri Wulandari)

Heru memberikan gambaran soal betapa dibutuhkannya kendaraan dinas tambahan ketika kepala negara bepergian ke luar Jakarta.

Secara aturan keprotokoleran, kendaraan dinas kepala negara harus dikirimkan ke daerah tujuan kunjungan presiden tiga hari sebelumnya.

Pengiriman dilakukan menggunakan pesawat Hercules TNI. Presiden biasanya menempuh dua hingga tiga provinsi dalam sekali kunjungan kerja.

Baca: Lulu Tobing Banjir Ucapan Selamat Usai Unggah Berkebaya Bareng Pengusaha Ini

Artinya, jumlah kendaraan yang dikirimkan bisa jadi lebih dari satu unit. Otomatis tetap harus ada kendaraan dinas yang siaga di Ibu Kota untuk melayani aktivitas Presiden sebelum keberangkatan itu.

"Lalu di Jakarta juga harus ada mobil cadangan. Di Jakarta tidak boleh tidak ada. Jakarta minimal dua. Satu yang operasional presiden, satu cadangan," kata dia.

Belum selesai sampai di situ, delapan mobil dinas pun mesti dibagi dengan wakil presiden. Rencananya, pengadaan kendaraan akan dilakukan bertahap mengingat keuangan negara juga mesti diprioritaskan untuk program lain.

"Tentunya kami memahami bahwa keuangan negara juga harus diprioritaskan untuk yang lain. Besok kan beli mungkin dua, tahun depan tambah dua," kata dia.

Dua kendaraan dinas pertama yang diadakan, lanjut Heru, akan dijadikan kendaraan dinas inti bagi presiden dan wapres.

Delapan kendaraan dinas lama akan dijadikan kendaraan cadangan. Sudah ada dua merek yang bertarung di proses tender, yakni Mercedes-Benz dan BMW.

Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved