Jadi Keynote Speaker Forum Perdamaian di Korsel, Megawati Soekarnoputri Tiba di Seoul

Forum Internasional DMZ untuk Ekonomi Damai itu diselenggarakan oleh The Korean Institute for International Economy Policy (KIEP).

Jadi Keynote Speaker Forum Perdamaian di Korsel, Megawati Soekarnoputri Tiba di Seoul
Istimewa
Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri bertolak menuju Seoul, Korea Selatan dalam rangka mengikuti DMZ International Forum on the Peace Economy yang digelar 28-29 Agustus 2019. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri bertolak menuju Seoul, Korea Selatan, dalam rangka mengikuti DMZ International Forum on the Peace Economy yang digelar 28-29 Agustus 2019.

Megawati Soekarnoputri di acara itu menjadi salah satu pembicara utama bersama mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroder, mantan PM Jepang Yukio Hatoyama, Presiden pertama Mongolia Punsalmaagiin Ochirbat, serta beberapa tokoh penting lainnya dari Rusia, AS, dan Norwegia.

Setelah sambutan Perdana Menteri Korsel Lee Nak-yon, Megawati akan menjadi pembicara pertama yang menyampaikan pandangannya di forum itu.

Baca: Cak Imin Bicara Dirinya yang Jadi Ketum Parpol Terlama Setelah Megawati

Baca: Cak Imin Tetap Anggap Megawati Sebagai Ibu Angkatnya

Baca: Megawati Bagikan Buku Berisi Perjalanan Hidupnya dan Komik Bung Karno Kepada Wartawan

Forum Internasional DMZ untuk Ekonomi Damai itu diselenggarakan oleh The Korean Institute for International Economy Policy (KIEP) dan National Research Council for Economics, Humanities, and Social Sciences (NRC).

Tema forum adalah 'ekonomi damai dan kesejahteraan di Semenanjung Korea dan sekitarnya'.

Rencananya, seluruh peserta forum akan dibawa untuk berkunjung ke zona demiliterisasi (DMZ) di antara Korea Selatan dan Korea Utara. Sehingga semua menghargai sepenuhnya kenyataan pemisahan antara kedua Korea dan kebutuhan mendesak untuk mengamankan perdamaian di Semenanjung.

Berdasarkan keterangan di pamflet milik panitia, tujuan acara itu adalah agar bisa menyaksikan secara langsung sejauh mana perdamaian telah dibangun di Semenanjung Korea dan hubungan antar-Korea telah meningkat. Sekaligus mengomunikasikan Prakarsa Peta Ekonomi Baru untuk Semenanjung Korea.

Tujuan lainnya, untuk mempromosikan pemahaman dan konsensus di antara para tamu internasional terkemuka tentang visi pemerintah Korea tentang Rezim Semenanjung Korea Baru dan ekonomi yang digerakkan oleh perdamaian.

Akan ada lebih dari 100 peserta dari AS, Tiongkok, Jepang, Rusia, negara Asean, Timur Tengah, Afrika, Amerika Tengah, perwakilan organisasi internasional hingga dari pihak Korsel sendiri.

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved