Kapan Pembangunan Ibu Kota Baru Kalimantan Timur Dimulai? Berikut Penjelasan Bambang Brodjonegoro!

"Dan 2020 akhir sudah mulai konstruksi, paling akhir 2024 proses pemindahan dilakukan & proses pemindahannya nanti akan didetilkan," ujar Bambang.

Kapan Pembangunan Ibu Kota Baru Kalimantan Timur Dimulai? Berikut Penjelasan Bambang Brodjonegoro!
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro saat ditemui di Hotel Arya Duta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019). 

TRIBUNNEWS.COM - Tepat hari Senin (26/8/2019), Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi mengumumkan lokasi ibu kota baru.

Dilansir dari siaran langsung Kompas TV, jokowi menyatakan bahwa lokasi lbu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Pasar Utara, Kalimantan Timur dan sebagian di Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

"Ibu Kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Pasar Utara, Kalimantan Timur dan sebagian di Kabupaten Kutai Kertanegara Provinsi Kalimantan Timur," kata Jokowi.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga menjelaskan alasan mengapa memilih Kalimantan Timur.

"Mengapa di Kalimantan Timur? Satu, resiko bencana minimal baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi dan tanah longsor. Yang kedua lokasinya strategis berada di tengah-tengah Indonesia. Yang ketiga berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang yaitu Balikpapan dan Samarinda. Yang keempat telah memiliki infrastruktur yang relatif lengkap dan yang kelima telah tersedia lahan yang dikuasai pemerintah seluas 180 ribu hektar," papar Joko Widodo.

Dalam konferensi pers tersebut, Jokowi juga menjelaskan bahwa rencana pemindahan ibu kota telah ada semenjak Presiden Ir Soekarno.

"Indonesia telah merdeka 74 tahun lebih tetapi Indonesia belum merancang ibu kota negaranya sendiri," papar Jokowi.

Pun Jokowi juga memaparkan tentang betapa pentingnya pemindahan ibu kota.

"Mengapa urgen (penting -red) sekarang? Kita tidak bisa membiarkan beban Jakarta dan Jawa yang semakin berat dan kepadatan penduduk, kemacetan lalu lintas yang sudah terlanjur parah dan polusi udara, air dan yang harus kita tangani,"

Presiden ke-7 ini mengungkapkan ibu kota negara harus pindah karena beban yang ditanggung Jakarta sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, bisnis, keuangan, perdagangan dan jasa.

Halaman 2 >>>>>

Editor: Januar Adi Sagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved