Rusuh di Papua

Saling Jaga Toleransi untuk Antisipasi Insiden Penyerbuan Asrama Papua

Selain mengimbau warga agar saling menjaga sikap toleransi, dia meminta, kepada masyarakat tidak terpengaruh isu hoaks

Saling Jaga Toleransi untuk Antisipasi Insiden Penyerbuan Asrama Papua
KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN
Sejumlah polisi menggunakan perisai mendobrak dan menjebol pintu pagar Asrama Papua Surabaya di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/8/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Insiden penyerbuan asrama mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang dapat terjadi di tempat lainnya. Untuk itu, diperlukan sikap toleransi antara warga untuk mengantisipasi hal tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Pembauran Kebangsaan, Dewi Kausar.

Dia menjelaskan, Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA). Sehingga, kata dia, diperlukan komitmen warga memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga.

"Kami ingin mengimbau masyarakat agar dapat menjaga kedamaian dan toleransi. Kami akan memberikan rasa aman kepada seluruh warga dan khususnya warga Papua," kata dia, Senin (26/8/2019).

Baca: Jokowi: Total Rencana Pendanaan Ibu Kota Baru Indonesia sebesar Rp 466 Triliun

Selain mengimbau warga agar saling menjaga sikap toleransi, dia meminta, kepada masyarakat tidak terpengaruh isu hoaks atau berita bohong yang marak beredar di media sosial.

Dia menegaskan, isu hoaks dan rasisme dapat memicu munculnya konflik. Dia berharap masyarakat Indonesia dapat lebih pintar menyikapi kasus ini.

Baca: Simbol Raket Tenis dan Pigura Surat untuk Eks Deputi Pencegahan dan Penindakan KPK

"Saya mengimbau masyarakat jangan terlalu percaya berita hoaks yang beredar di Internet. Disamping itu, hindari rasisme. Masyarakat Papua bagian dari Indonesia, kemudian mari kita jaga keutuhan NKRI," tambahnya.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved