Pemindahan Ibu Kota Negara

Dukung Kebijakan Pindahkan Ibu Kota, Mabes Polri Akan Pindahkan Satuan Kerja ke Kaltim

Mabes Polri menyatakan mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait pemindahan Ibukota ke sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kuta Kartanegara

Dukung Kebijakan Pindahkan Ibu Kota, Mabes Polri Akan Pindahkan Satuan Kerja ke Kaltim
Vincentius Jyestha
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri menyatakan mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait rencana pemindahan Ibukota ke sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan dukungan itu diwujudkan dalam kajian satuan-satuan kerja (satker) mana saja yang akan turut mengawal di ibukota baru Indonesia tersebut.

"Mabes Polri mendukung sepenuhnya apa yang sudah menjadi garis kebijakan dari pemerintah. Mabes Polri sudah melakukan kajian satker-satker mana yang nanti berpindah secara bertahap," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/8/2019).

Ia menyebutkan sejumlah satker yang akan turut pindah dari Korps Bhayangkara, diantaranya unsur Kapolri, Wakapolri, Sarana dan Prasarana, hingga Asisten Operasi (Asops) Polri.

"Satker yang mesti pindah unsur Kapolri, Wakapolri, Inspektur Pengawas Umum (Irwasum), staf pendukung seperti SDM, Sarana dan Prasarana, Asisten Operasi Polri," ucapnya.

Meski terjadi perpindahan, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menegaskan tugas pelayanan publik tetap menjadi fokus utama kepolisian di DKI Jakarta maupun ibukota baru nantinya.

"Artinya tidak serta mertaa pindah ke kaltim, nggak. Unsur-unsur pelayanan yang ada disini (Jakarta) juga tidak boleh terkurangi. Unsur-unsur pelayanan yang ada di sana (Ibukota baru) perlu peningkatan, tetap nanti akan kita tingkatkan," kata dia.

"Unsur staf lebih banyak diutamakan untuk didahului. Dari unsur pelayanan itu bertahap artinya pelayanan disini (Jakarta) tidak boleh terganggu. Karena mayoritas pelayanan di Jakarta ini masih cukup tinggi dibutuhkan masyarakat," tandasnya.

Tak Mudah Pindahkan Ibu Kota

Halaman
123
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved