Pemindahan Ibu Kota Negara

Kata Megawati Soekarnoputri Soal Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur

Megawati berharap keputusan tersebut diambil berdasarkan perencanaan pembangunan yang matang dan untuk tujuan jangka panjang.

Kata Megawati Soekarnoputri Soal Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur
TRIBUN/HO
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri secara resmi menutup Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (10/8/2019). Agenda Kongres V PDI Perjuangan yang bertema Solid Bergerak untuk Indonesia Raya telah ditutup secara resmi pada hari ini. Megawati selaku ketua umum terpilih secara khusus menugaskan Prananda Prabowo sebagai Ketua Pusat Analisa dan dan Pengendali Situasi Partai untuk memastikan hasil kongres V PDIP dijalankan dengan baik. TRIBUNNEWS/HO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyatakan dukungannya terhadap keputusan Pemerintahan Joko Widodo memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur (Kaltim).

Megawati berharap keputusan tersebut diambil berdasarkan perencanaan pembangunan yang matang dan untuk tujuan jangka panjang.

"Kalau saya itu, pemerintah tentunya kalau sudah memutuskan sesuatu, harusnya dengan alasan yang baik. Makanya, sebagai ketua umum dari sebuah partai yang sekarang menjadi pemenang, saya hanya mengusulkan dan menyarankan tolong dilihat dengan baik dan untuk waktu jangka panjang," kata Megawati menjawab pertanyaan awak media di sela-sela kunjungannya ke Korea Selatan, Selasa (27/8/2019).

Menurut Megawati, membuat ibu kota berarti berbicara soal fungsi dan tempat.

Presiden Kelima RI tersebut berharap ibu kota baru tak lagi diberi beban seperti Jakarta.

Dimana semuanya campur aduk menjadi satu sehingga cenderung semrawut antara kota pemerintahan, kota bisnis, kota manufaktur, dan lain-lain.

Baca: Susan Soebakti: Hanya Juara I Tunggal KU 14 dan 16 Tahun Yang Berangkat ke WTA Future Stars Final

Baca: Kronologi Istri Muda Bunuh Suami dan Anak Tiri: Pupung Tewas Diracun, Dana Dibunuh Usai Dibuat Mabuk

Baca: Ini Sosok Muhammad Purwadi yang Bacok Polisi Polsek Tlogowungu Pati

Baca: Kuasa Hukum Sajad Ukra Beberkan Bukti Transfer, Nikita Mirzani: Bangga Lu Mamerin Rp 6 Juta?

Dahulu usai kemerdekaan, bila disebut Jakarta sebenarnya hanyalah wilayah Menteng, Jakarta Pusat kini.

Mereka yang tinggal disitu dikenal sebagai Anmen alias Anak Menteng.

Tidak ada Jakarta yang namanya Kebayoran, Tebet, dan wilayah lainnya.

Halaman
1234
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved