Putra Putri Polri Kutuk Aksi Pembakaran Terhadap Ipda Erwin

Ipda Erwin mengalami luka bakar karena disiram bensin saat mengamankan unjuk rasa di depan Kantor Pemerintahan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Putra Putri Polri Kutuk Aksi Pembakaran Terhadap Ipda Erwin
TRIBUN JABAR/FERRI AMIRIL MUKMININ
Prosesi pemakaman almarhum Ipda Erwin Yudha di Taman Makam Pahlawan Cianjur, Senin (26/8/2019). Ipda Erwin Yudha meninggal akibat luka bakar yang dideritanya setelah mengamankan demonstrasi di Cianjur, Kamis 15 Agustus 2019 silam. TRIBUN JABAR/FERRI AMIRIL MUKMININ 

TRIBUNNEWS.COM - Anggota Polda Jawa Barat Ipda Erwin Yudha Wildani meninggal dunia saat menjalani perawatan akibat luka bakar di RSPP Jakarta, Senin (26/8/2019).

Ipda Erwin mengalami luka bakar karena disiram bensin saat mengamankan unjuk rasa di depan Kantor Pemerintahan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Ketua Umum Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri, AH Bimo Suryono mengutuk keras aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa dengan disertai tindakan kriminal.

Menurut dia, menyampaikan aspirasi di muka umum memang tidak dilarang tapi tetap harus mengikuti aturan hukum yang berlaku.

Baca: Pemerintah Tetapkan 16 Hari Libur Nasional dan 4 Hari Cuti Bersama untuk Tahun 2020, Ini Daftarnya

Baca: Romelu Lukaku Langsung Menggebrak Bersama Inter Milan

Baca: Bisikan Rekan Senegara Bantu Ganda Campuran No 1 Pertahankan Gelar Juara Dunia

“Kami mengutuk keras aksi kekerasan yang dilakukan mahasiswa saat unjuk rasa dengan membakar aparat kepolisian yang bertugas hingga meninggal dunia yakni Bapak Ipda Erwin,” kata Bimo kepada wartawan, Selasa (27/8/2019).

Kemudian, Bimo mengatakan penyidik Polri perlu menerapkan sangkaan kepada pelaku dengan hukuman yang berat karena diduga pelaku ini telah merencanakan melakukan aksi pembunuhan. Sebab, mereka sudah menyiapkan bahan bakar minyak (BBM) saat berunjuk rasa.

“Polri bisa menyangkakan pelaku dengan hukuman yang berat, karena bisa dikatakan pelaku sudah merencanakan pembunuhan dengan membawa bensin,” ujarnya.

Selain itu, Bimo juga berharap kepada jaksa penuntut umum dalam persidangan nanti supaya menuntut pelaku pembakaran terhadap Ipda Erwin dengan tuntutan setinggi-tingginya. Sehingga, memberikan efek jera untuk masyarakat khususnya mahasiswa yang berunjuk rasa harus patuhi hukum.

“Unjuk rasa itu memang dibolehkan tapi harus mematuhi dan mengikuti aturan hukum yang ada, jangan bertindak anarkis. Jaksa harus menuntut setinggi-tingginya kepada pelaku,” jelas dia.

Di samping itu, Bimo mengajak seluruh anggota KBPP Polri dan masyarakat untuk mendoakan almarhum Ipda Erwin. Menurut dia, Ipda Erwin gugur saat menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Halaman
12
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved