Radikalisme Menurut Mahfud MD: Mengubah Sistem dan Anggap Pihak Lain Sebagai Musuh

Mahfud MD memberikan penjelasan soal definisi radikalisme. Mengubah sistem di luar yang sudah disepakati.

Radikalisme Menurut Mahfud MD: Mengubah Sistem dan Anggap Pihak Lain Sebagai Musuh
surabaya.tribunnews.com/sulvi sofiana
Mahfud MD saat di universitas Narotama, Surabaya. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD memberikan penjelasan soal definisi radikalisme.

Pakar hukum dan tata negara tersebut menyebut radikalisme adalah gerakan yang ingin mengubah sistem di luar yang sudah disepakati.

Radikalisme juga menganggap yang selain kelompoknya adalah musuh.

Pemahaman seperti inilah yang menurut Mahfud MD membuat banyak pihak bertengkar, terutama di kalangan bawah alias akar rumput.

"Radikalisme itu yang umum adalah suatu gerakan yang ingin mengubah sistem berdasarkan dananya sendiri yang lain dari yang sudah disepakati dan orang yang berbeda itu dianggap musuh," ujar Mahfud MD saat diwawancarai tim Fakta TV One, Senin (27/8/2019).

Oleh sebab itu, ditingkat akar rumput sering menimbulkan keributan-keributan," imbuh Mahfud MD.

Mahfud MD juga memberikan contoh seperti apa gerakan radikal yang ingin mengubah ideologi itu.

"Misalnya apa, mengubah ideologi lain itu, misalnya jelas-jelas mengatakan kami harus ganti Negara Pancasila ini menjadi transnasional 'khilafah'," ujar Mahfud MD sambil menyimbolkan tanda kutip saat menyebut khilafah.

"Iya kan itu diumumkan di Muktamar Internasional di Jakarta, masih ada rekamananya."

"Lalu ada yang pidato, kita tolak demokrasi, demokrasi itu thoghut, yang ambil keputusan bukan rakyat, harus ulama. Menurut saya itu radikal," imbuh Mahfud MD.

BACA HALAMAN SELANJUTNYA >>>>>>>

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved