Kabinet Jokowi

Susun Kabinet, Jokowi Harus Bertindak Sebagai Petugas Rakyat bukan Petugas Partai

Menurut dia, Jokowi harus bekerja sebagai Petugas Rakyat, bukan Petugas Partai.

Susun Kabinet, Jokowi Harus Bertindak Sebagai Petugas Rakyat bukan Petugas Partai
Biro Pers / HO via Tribun Kaltim
Profil lokasi ibu kota baru Indonesia, Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komunitas Anak Bangsa (KAB) meminta Presiden Joko Widodo menyusun kabinet secara profesional dan dapat merangkul semua elemen bangsa di periode kedua pemerintahan.

"Kami meminta presiden bisa menyusun kabinet yang profesional yang bisa membantu presiden menyelesaikan banyak persoalan bangsa," ujar Juru Bicara Komunitas Anak Bangsa, Andre Vuncent Wenas, Kamis (29/8/2019).

Menurut dia, Jokowi harus bekerja sebagai Petugas Rakyat, bukan Petugas Partai. Meskipun, kata dia, tak dapat dipungkiri adanya benturan kepentingan politik sempit membuat ruang gerak presiden bekerja optimal menjadi terbatas.

Baca: RKUHP Akan Disahkan September

Untuk memberikan masukan kepada presiden, pada Rabu kemarin, pihaknya menggelar diskusi publik bertema “Presiden Rakyat, Bukan Presiden Partai” pada Rabu kemarin.

Pada kesempatan itu, narasumber utama adalah: Prof Franz Magnis Suseno, Habib Jindan, Mongol dan Hokkop Situngkir.

Andre menjelaskan diskusi itu sebagai dukungan moril kepada Presiden Jokowi agar dapat mengeksekusi Hak Prerogatif memilih menteri secara penuh. Sehingga, dia menegaskan, jangan sampai presiden terpilih direcoki oleh titipan-titipan partai atau kepentingan politik lain.

Baca: Balasan Telak Nikita Mirzani ke Farhat Soal Sikapnya ke Elza Syarief di Acara Hotman Paris: Anyep?

"Kami berharap agar tidak ada manuver-manuver politik tertentu dari pihak berkepentingan yang bermaksud menekan presiden saat beliau menyusun kabinetnya," tambahnya.

Di kesempatan itu, pihaknya mengusulkan 10 kriteria pemimpin masa depan Indonesia, sebagai suatu kontribusi pemikiran.

10 kriteria itu adalah pemimpin masa depan Indonesia mesti, pertama, nasionalis dan pancasilais sejati. Kedua, memiliki keberpihakan kepada masyarakat, terutama masyarakat miskin.

Baca: Komisi I DPR Minta Pemerintah Ubah Cara Pendekatan dalam Selesaikan Masalah Papua

Ketiga, berani bertindak tegas terhadap sikap intoleran dan SARA. Keempat, bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Kelima, sehat jasmani dan rohani.

Keenam, memiliki kecerdasan intelektual dan emosional. Ketujuh, ahli di bidangnya dan memiliki rekam jejak serta prestasi yang baik. Kedelapan, mampu bekerja secara tim dan mampu menggerakkan tim.

Baca: Kondisi Gantungan Kelinci Cooky Jungkook BTS Ini Bikin ARMY Khawatir dengan Keselamatan Pemiliknya

Kesembilan, memiliki jiwa kepemimpinan yang berani membuat keputusan dan terobosan sesuai perkembangan zaman. Dan ke-10, aktif mempromosikan sejarah, warisan budaya dan karakter bangsa.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved