Rusuh di Papua

Fadli Zon Minta Presiden Jokowi ke Papua, Ngabalin: Urus Saja DPR

Merespon itu, Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin ‎meminta Fadli Zon baiknya mengurus DPR saja.

Fadli Zon Minta Presiden Jokowi ke Papua, Ngabalin: Urus Saja DPR
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Kantor Kepala Staf Presiden (KSP) menerima sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh agama hingga tokoh pemuda dari Provinsi Papua dan Papua Barat,Jumat (30/8/2019) di Gedung Bina Graha, KSP, Ruang Rapat Lantai 1, Jakarta Pusat menyikapi konflik yang terjadi di beberapa kabupaten, kota di Provinsi Papua dan Papua Barat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyarankan Presiden Jokowi mengunjungi Papua dan Papua Barat untuk meredam konflik yang sempat memanas pascakerusuhan.

"Pak Jokowi enggak usah ke mana-mana deh, langsung aja ke Papua dulu. Kalau bisa besok lusa langsung ke Papua," kata Fadli Zon, Kamis (22/8/2019) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Diketahui, kerusuhan di Papua dan Papua Barat adalah buntut dari persikusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Baca: PMKRI Siap Fasilitasi Dialog Jakarta-Papua Agar Kekacauan Tak Berlarut-larut

Tidak hanya satu kali, kerusuhan terjadi dua kali hingga mengakibatkan sejumlah fasilitas umum dirusak bahkan dibakar.

Merespon itu, Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin ‎meminta Fadli Zon baiknya mengurus DPR saja.

Baca: Dewan Pers Sebut Pemblokiran Internet Justru Perburuk Situasi di Papua

"Enggak usah, bilang Fadli Zon urus aja DPR. Dia baru kaget, bangun barang kali atau mengigau. Orang Presiden Jokowi sudah bolak balik kayak gitu‎. Fadli Zon gimana sik," tegas Ngabalin di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta.

Dikonfirmasi lebih lanjut apakah diperlukan lembaga untuk mengawasi Papua? Menurut dia, sudah ada Komnas HAM yang adalah lembaga negara.

Baca: Nikita Mirzani Bilang Nggak Mau Jadi Teman Mesra Hotman Paris, Sang Pengacara: Enak Aja Lu!

"Komnas HAM kan lembaga negara. Sebetulnya kalo kawan-kawan bisa bekerja efektif harus dilakukan, tidak boleh tidak," tambahnya.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved