Rusuh di Papua

Tidak Hanya Blokir Internet, Ketua DPR Minta Kemenkominfo Saring Konten Hoaks

Informasi tersebut ditenggarai sebagai penyebab terus meluasnya kerusuhan di Papua.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk tidak hanya memblokir internet di Papua. Melainkan juga menyaring informasi hoaks yang beredar di masyarakat Papua.

Informasi tersebut ditenggarai sebagai penyebab terus meluasnya kerusuhan di Papua.

"Tetapi juga melakukan pemblokiran konten yang bersifat hoax maupun konten propaganda yang bersifat memprovokasi masyarakat Papua dan membuat situasi semakin tidak kondusif," ujar Bamsoet, Jumat, (30/8/2019).

Ia juga meminta Kepolisian bersama Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mengusut pihak-pihak yang memprovokasi massa hingga menyebabkan terjadinya ricuh pada demonstrasi yang terjadi beberapa waktu lalu. Serta, menyelidiki dan menindak tegas pelaku penembakan dan tindakan kekerasan yang menyebabkan satu TNI dan dua warga sipil tewas di Deiyai, Papua.

Baca: KRONOLOGI Pemerasan Modus Teman Kencan di Ambalat Pontianak, Rampas Uang Rp 2,7 Juta Milik Korban

"Tindakannya berdasarkan Protap Kapolri No. 1 tahun 2010 tentang Penanggulangan Anarki," katanya.

Meskipun demikian Bamsoet meminta Kepolisian dan TNI untuk bertindak secara persuasif dan tidak menggunakan kekerasan maupun senjata dalam penyelesaian konflik.

Baca: 5 Zodiak yang Pintar Ahli Mantan Susah Move On, Lelucon Gemini Tak Bisa Dilupakan

"Selain itu pemerintah, DPR RI, bersama Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan DPRD Papua serta tokoh masyarakat adat dan tokoh agama untuk bersinergi dalam mencari solusi penyelesaian konflik berkepanjangan di Papua, sebagai upaya menjaga kesatuan dan keutuhan NKRI," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved