Breaking News:

Rusuh di Papua

Komisi Kerawam KWI Ajak Umat Katolik Berdoa untuk Kedamaian Tanah Papua

Dalam kesempatan ini, Rm Siswantoko mengajak seluruh umat beriman Indonesia, khususnya umat Katolik memberikan dukungan doa dan energi positif

TRIBUNNEWS.COM/IST
Sekum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Wilayah (PGIW) Jawa Barat Pendeta Paulus Wijono, mengadakan doa berantai Doa Khusus Papua, dengan berbagai bahasa diantaranya, bahasa Sunda, Minahasa Manado, Jawa, Ambon Maluku, Batak, Nias, dan Karo, di Gereja GPIB Bethel Bandung, Jumat (30/8/2019) malam. TRIBUNNEWS.COM/IST 
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berbagai peristiwa kekerasan dan krisis identitas saat ini sedang terjadi di Tanah Papua serta menjadi sorotan banyak pihak.

Sekretaris Komisi Kerawam KWI, Rm. PC. Siswantoko mengatakan kekerasan apapun bentuknya hanya akan melahirkan kekerasan baru lainnya yang menimbulkan luka dan penderitaan.

Baca: Tua-tua Adat Fakfak Papua Barat: Mari Bangun dan Rajut Kembali Persaudaraan



"Layaknya sebuah keluarga. Apapun yang dirasakan salah satu anggota keluarga akan dirasakan juga oleh seluruh anggota keluarga. Maka luka hati yang dirasakan oleh saudara-saudara kita di Papua adalah juga menjadi luka hati bangsa bersama," ungkap Rm Siswantoko dalam keterangannya, Sabtu (31/8/2019).

"Perbedaan suku, agama, ras, dan golongan bukanlah menjadi penghalang setiap orang merasakan hidup damai di negeri ini. Teriakan untuk hidup damai menjadi ajakan semua umat beriman, tak kecuali umat Katolik," imbuhnya.

Baca: Tokoh Papua Minta Polisi Bijak Tangani Terduga Pelaku Pengibar Bendera Bintang Kejora di Istana



Dalam kesempatan ini, Rm Siswantoko mengajak seluruh umat beriman Indonesia, khususnya umat Katolik memberikan dukungan doa dan energi positif agar rasa damai dan keadilan kembali hadir di bumi Papua.

Berikut ajakan doa yang bisa didaraskan umat Katolik untuk kedamaian Papua :

Tuhan Yang Maha Kasih,
Kami bersyukur Engkau melahirkan kami di bumi pertiwi ini dengan ragam, suku, agama, dan budaya.

Agar kami belajar untuk saling menghormati, hidup rukun dalam perbedaan dan menyadari bahwa semua orang mempunyai martabat yang sama

Pada saat ini, kami ingin bersatu dan berbela rasa dengan saudara-saudari kami di Tanah Papua, yang sedang mengalami pergulatan hidup yang telah menguras tenaga, pikiran, perasaan, dan air mata

Kami sebagai sesama anak bangsa menyadari bahwa luka mereka juga luka kami.
Tangis mereka juga tangis kami. Derita mereka juga derita kami. Kesedihan mereka juga kesedihan kami.

Tuhan Yang Maha Kuasa
Bimbinglah kami agar kami selalu
menggunakan cara-cara damai, tanpa kekerasan, mengedepankan dialog dan musyawarah berlandaskan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan dalam menyelesaikan persoalan di tanah Papua tercinta.

Papua adalah surga kecil yang turun ke bumi.
Semoga kami, masyarakat dan pemerintah
mampu menjaga surga kecil itu tetap menjadi tanah damai bagi semua ciptaanMu
untuk selama-lamanya. Amin


Bapa Kami...
Salam Maria...
Kemuliaan...
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved