Pengamat: Kental Sekali Aroma Bagi-bagi Kursi di Balik Revisi UU MD3

Draf revisi UU MD3 Yang telah disiapkan tersebut yakni pimpinan MPR menjadi 10 yakni 9 perwakilan fraksi serta 1 dari unsur DPD.

Pengamat: Kental Sekali Aroma Bagi-bagi Kursi di Balik Revisi UU MD3
TRIBUNNEWS/CHOIRUL ARIFIN
Foto ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik Hendri Satrio menilai tidak terlalu mendesak revisi Undang-undang MPR, DPR, DPD, dan DPR (MD3) untuk menambah jumlah pimpinan MPR pada periode 2019-2024.

Draf revisi UU MD3 Yang telah disiapkan tersebut yakni pimpinan MPR menjadi 10 yakni 9 perwakilan fraksi serta 1 dari unsur DPD.

Hendri Satrio menegaskan, komposisi pimpinan MPR RI sudah ideal seperti sekarang ini.

Baca: Juluki Dirinya Pelacur, Nikita Mirzani Laporkan Anak Elza Syarief, Pengacara Sajad Ukra ke Polisi

Baca: Sayangkan Aksi Demo Berakhir Ricuh, ReJO: Baiknya Tak Ada Bendera Lain Berkibar Selain Merah Putih

Baca: Kekayaan Adam Sang Bandar Narkoba Tembus Rp12,5 Triliun, Begini Cara Dia Mencuci Uang

"Ndak urgen. Kelengkapan MPR seperti sekarang itu sudah cukup mewakili, ada dari DPR dan DPD," ujar pendiri lembaga analisis politik KedaiKOPI ini kepada Tribunnews.com, Jumat (30/8/2019).

Hendri melihat semangat bagi-bagi kursi terselip di balik Revisi UU MD3. Apalagi itu dibungkus dengan narasi rekonsiliasi.

Karena itu 10 kursi pimpinan itu dinilai sangat diperlukan.

"Ini kental sekali aromanya bagi-bagi kursi, yang dibungkus dengan isu rekonsiliasi," kritiknya.

Dia menilai Revisi UU MD3 ini sangat tidak adil bagi DPD RI.

Karena kursi-kursi pimpinan MPR itu akan lebih banyak diisi partai-partai politik.

Halaman
123
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved