Perjuangkan Kelestarian Orangutan, BOS Keluar Rp16 Triliun demi Hutan 86 Ribu Hektare di Kutai Timur

Salah satunya yakni saat BOS harus menggelontorkan uang sebesar Rp16 triliun untuk membeli Hutan Kehje Sewen agar bisa difungsikan sebagai habitat ora

Perjuangkan Kelestarian Orangutan, BOS Keluar Rp16 Triliun demi Hutan 86 Ribu Hektare di Kutai Timur
Reza Deni/Tribunnews.com
orangutan 

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA -  Borneo Orangutan Survival (BOS) menveritakan perjuangannya dalam hal melestarikan lingkungan, termasuk orangutan.

Salah satunya yakni saat BOS harus menggelontorkan uang sebesar Rp16 triliun untuk membeli Hutan Kehje Sewen agar bisa difungsikan sebagai habitat orangutan.

Hutan seluas 86 ribu hektare tersebut erletak di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. BOS melakukan pembayaran dengan cara kredit kepada pemerintah saat itu.

"Di Kehje Sewen itu kami punya 86 ribu hektare yang kami kredit selama 12 tahun di zaman Pak SBY. Itu dicicil oleh kami dari Rp16 triliun," kata Koordinator pengelola BOS, Imam Muslimin saat ditemui di Samboja Lestari, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (30/8/2019).

Baca: BREAKING NEWS! Operasi Patuh 2019 di Bypass Ngurah Rai, Jaring Bule & Pengendara Lokal Tak Ber-SIM

Selama menyicil, BOS tidak bisa menggunakan Hutan Kehje Sewen sebagai tempat untuk melepasliarkan orangutan. Pasalnya, hutan tersebut harus dilunasi terlebih dahulu.

Adapun BOS Samboja Lestari sejak 1991 telah merilis 1.178 orangutan. Sementara sebelumnya, orangutan dilepaskan di daerah Sungai Wain, tapi daerah tersebut sudah penuh penuh.

Maka itu dari sana, selama hampir 14 tahun dari 1998 sampai 2012, dikatakan Imam, BOS tak pernah melepasliarkan orangutan.

"Tidak ada rilis waktu itu karena Sungai Wain penuh dan kami tidak punya lahan lagi. Makanya  kami beli hutan lagi yang 86 hektare. Jadi selama 12 tahun tidak ada rilis orangutan karena harus melunasi dulu hutannya," katanya.

Orangutan yamg hendak dilepaskan ke alam liar, dikatakan Imam, mustu memiliki keterampilan. Keterampilan ini dibutuhkan oleh para orang utan supaya bisa bertahan hidup di alam liar.

"Ada empat kriteria bagi orang utan sebelum kembali ke habitat alam liar, yaitu memanjat pohon, membuat sarang, mencari makan, dan bersosialisasi," kata Imam.

Namun, Imam mafhum.ada beberapa orangutan yang memang tidam memiliki keterampilan tersebut karena beberapa hal. Selain tidak terampil, beberapa orangutan hasil sitaan ini biasanya juga memiliki penyakit atau cacat tubuh.

"Kalau mereka tidak terampil ya mereka akan hidup dan mati di Samboja Lestari," pungkasnya.

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved