Polda Jatim Tetapkan Seorang Pegawai Kecamatan Jadi Tersangka Baru Ujaran Kebencian Mahasiswa Papua

Polda Jawa Timur (Jatim) telah menetapkan tersangka baru berinisial SA dalam kasus penyebaran hoax, dikriminasi, provokasi dan rasisme.

Polda Jatim Tetapkan Seorang Pegawai Kecamatan Jadi Tersangka Baru Ujaran Kebencian Mahasiswa Papua
Tribunjatim.com/Luhur Pambudi
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan memberi komentar terkait penyebaran video rasis terhadap mahasiswa Papua pada Senin (19/8/2019). 

TRIBUNNEWS.COM - Polda Jawa Timur (Jatim) telah menetapkan tersangka baru berinisial SA dalam kasus penyebaran hoaks, dikriminasi, provokasi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya.

Dilansir TribunWow.com dari kanal YouTube KOMPASTV yang diunggah Jumat (30/8/2019), Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyatakan bahwa SA merupakan oknum yang mengucapkan kata-kata rasis di video yang beredar di media sosial.

"Peran SA dia yang bersangkutan sempat mengeluarkan kata-kata yang berkata yang rasis ya, yang mana berulang-ulang dan ini terekam oleh video-video dan viral," kata Irjen Pol Luki Hermawan.

"Setelah kami telusuri dengan laporan laboratorium forensik dimana antara muka (dan) suara sinkron, dan begitu diambil keterangan ada beberapa saksi menyatakan yang bersangkutan memang betul," lengkapnya.

Irjen Pol Luki Hermawan menyebut, pihak Polda Jatim telah mengirimkan surat panggilan kepada tersangka SA.

SA dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Polda Jatim pada Senin (2/9/2109) mendatang.

"Dan akhirnya telah digelar tadi pagi yang dipimpin oleh Wakapolda langsung yang bersangkutan ditetapkan tersangka dan dikirim surat panggilan dan hari senin nanti akan datang," tuturnya.

Kapolda Jatim itu menyebut SA bukan berasal dari organisasi masyarakat (ormas) seperti tersangka sebelumnya, Tri Susanti (TS).

SA merupakan pegawai kecamatan yang menjabat sebagai Petugas Trantib (Ketentraman dan Ketertiban).

"Tidak, dia bukan (anggota ormas)."

Baca Selengkapnya >>>

Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved