Bhayangkari Polri Pamerkan Seni Noken Papua di Festival Frankfurt

Organisasi istri anggota Polri, Bhayangkari, mengirimkan perwakilannya dalam kegiatan Misi Budaya di Frankfurt, Jerman.

Bhayangkari Polri Pamerkan Seni Noken Papua di Festival Frankfurt
Istimewa
Organisasi istri anggota Polri, Bhayangkari, mengirimkan perwakilannya dalam kegiatan Misi Budaya di Frankfurt, Jerman. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Organisasi istri anggota Polri, Bhayangkari, mengirimkan perwakilannya dalam kegiatan Misi Budaya di Frankfurt, Jerman.

Delegasi budaya itu terdiri dari delegasi Bhayangkari Daerah Papua, Bhayangkari Daerah NTT, Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan dan Bhayangkari Daerah Sulawesi Selatan.

Dalam acara ini, Bhayangkari Daerah Papua mengirimkan 10 orang anggotanya. Bhayangkari Daerah Papua yang hadir merupakan anggota gabungan dari Bhayangkari Kabupaten Jayapura, Merauke, Biak, Asmat dan Mamberamo Tengah.

Baca: Inilah Penampilan Terbaru Alleia Anata, Anak Ariel NOAH yang Beranjak Remaja

Baca: Firasat Istri Korban Meninggal dalam Kecelakaan Maut Tol Cipularang

Baca: Ramalan Zodiak Cinta untuk yang Berpasangan, Rabu 4 September 2019: Hubungan Aries Sedang Tidak Baik

Maria Waknakap, salah seorang anggota Bhayangkari Daerah Papua menyatakan selain menggelar tarian dan lagu-lagu, para anggota Bhayangkari Daerah Papua itu juga unjuk kebolehan menoken di Weltkultur Museum.

“Saya bersama rekan saya, Sensi Yelipele mempertontonkan cara membuat kerajinan tangan noken yang telah menjadi pelajaran muatan lokal Papua ke hadapan pengunjung pameran selama dua hari," ujar Maria melalui keterangan tertulis, Selasa (3/9/2019).

Maria mengatakan bahwa budaya noken wajib dipelajari oleh semua perempuan di Papua, tak terkecuali anggota Bhayangkari seperti dirinya.

"Kami harus bisa buat tas noken. Kami diajarkan cara buatnya dari kecil oleh ibu kami, juga diajarkan di sekolah," kata Maria.

Demo pembuatan Noken sendiri merupakan kerjasama KJRI Frankfurt dengan Museum der Weltkulturen di Frankfurt.

Demo ini bertujuan untuk mengenalkan cara pembuatan tas tradisional Indonesia dan keunikannya kepada masyarakat di Frankfurt.

Penampilan mereka sukses menghibur ribuan pengunjung festival dengan sejumlah tarian dan lagu daerah Papua.

Masyarakat Indonesia yang hadir di festival itu ikut larut dalam lagu "Aku Papua” yang menyulut semangat persatuan di antara keberagaman penonton yang hadir.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved