Pemindahan Ibu Kota Negara

Hasil Survei Ungkap Alasan Masyarakat di Bawah Usia 40 Tahun Tolak Ibu Kota Dipindah

"Penduduk di usia ini mereka sudah merasakan bisa bekerja dari mana pun, sebenarnya kan begitu," kata Rico dalam konferensi pers

Hasil Survei Ungkap Alasan Masyarakat di Bawah Usia 40 Tahun Tolak Ibu Kota Dipindah
Tribun Kaltim/Fachmi Rachman
Pemandangan dari udara kawasan hutan di Desa Semoi II, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Desa Semoi II menjadi salah satu kawasan di Kabupaten Penajam Paser Utara yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Kartanegara yang akan menjadi lokasi pusat pemerintahan Ibu Kota Negara yang baru di Kaltim. Tribun Kaltim/Fachmi Rachman 

TRIBUNNEWS.COM - Lembaga survei Media Survei Nasional (Median) telah merilis hasil survei mereka terkait rencana pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur, Selasa (3/9/2019).

Dari hasil survei yang dipaparkan, ternyata penduduk di bawah usia 40 tahun menolak rencana pemindahan tersebut.

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan, penduduk yang berusia muda menilai rencana pemindahan ibu kota bukanlah kebijakan yang produktif bagi aktivitas pekerjaan mereka.

"Penduduk di usia ini mereka sudah merasakan bisa bekerja dari mana pun, sebenarnya kan begitu," kata Rico dalam konferensi pers di kawasan Cikini, Selasa (3/9/2019).

"Sehingga logika mendasar memindahkan ibukota untuk kemudian memastikan adanya kerja yang lebih efisien itu menurut saya agak bertentangan dengan apa yang mereka lakukan selama ini," tambahnya.

Baca: Polisi Tembak Terduga Curanmor di Pontianak, Ini Kronologinya

Baca: Cerita Abimana Aryasatya Sebelum Karier Melejit, Sempat Jadi Tukang Cuci Baju Artis Hingga Pengamen

Baca: Pernah Dilaporkan Dugaan Kasus Asusila, Syafri Adnan Yakin Uji Calon Anggota BPK Profesional

Berdasarkan hasil survei Median, 63,8 persen penduduk di bawah usia 20 tahun menolak wacana itu.

Demikian pula dengan 50,9 persen penduduk usia 20-29 tahun dan 51,6 persen penduduk usia 30-39 tahun.

Sementara itu, 46,8 penduduk berusia 40-49 tahun justru mendukung rencana itu sebagaimana 51,3 persen penduduk berusia 50-59 tahun dan 68 persen penduduk yang berusia 60 tahun ke atas.

"Kami melihat justru publik yang dengan usia muda itu justru skeptis. Mayoritas penduduk yang berusia di bawah 40 tahun itu tidak menyetujui rencana ini," ujar Rico.

Sebelumnya, Median merilis hasil survei mereka yang menunjukkan 45,3 responden tidak setuju dengan rencana pemindahan ibu kota sedangkan hanya ada 40,7 persen responden yang menyetujui rencana tersebut.

Survei tersebut digelar pada 26-30 Agustus 2019 lalu melibatkan 1.000 responden. Survei yang dilakukan dengan metode multistage random sampling ini memiliki margin of error sebesar 3,09 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Halaman
1234
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved