Pemindahan Ibu Kota Negara

Jokowi Sebut Masyarakat Bisa Beli Lahan di Ibu Kota Baru, Harga Terjangkau

Presiden Joko Widodo mengungkap lahan di ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur, tak hanya untuk gedung kementerian dan lembaga semata.

Jokowi Sebut Masyarakat Bisa Beli Lahan di Ibu Kota Baru, Harga Terjangkau
Tribunnews.com/ Seno Tri Sulistiyono
Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/9/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengungkap lahan di ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur, tak hanya untuk gedung kementerian dan lembaga semata.

Pemerintah pun menyiapkan lahan untuk permukiman masyarakat umum di lokasi ibu kota baru.

Presiden Jokowi mengatakan, lahan yang disediakan untuk dijual kepada masyarakat umum seluas 30.000 hektare dari total lahan yang dipatok untuk ibu kota, seluas 180.000 hektare.

Presiden sekaligus memastikan, harga jual lahan akan dibuat terjangkau.

"Misalnya kita jual Rp 2 juta per meter saja harganya, kita sudah bisa dapat Rp 600 triliun," ujar Jokowi saat berbincang dengan sejumlah pemimpin redaksi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Angka tersebut, lanjut Jokowi, tentu sudah dapat menutupi kebutuhan anggaran pembangunan ibu kota baru sebesar Rp 466 triliun.

Baca: Meski Disia-siakan Manchester United, Alexis Sanchez Tak Menyesal Merapat ke Old Trafford

Bahkan, apabila rencana ini terlaksana, sumber pembiayaan melalui APBN boleh jadi tidak diperlukan lagi.

Presiden Jokowi meyakini, masyarakat tertarik untuk bermukim di ibu kota baru.

"Ini ibu kota negara lho. Siapa yang tidak mau membeli tanah seharga begitu? Mungkin tiga hari (baru dibuka), sudah habis," lanjut Presiden.

Baca: Perwakilan Kejagung Diharapkan Lolos Tes Capim KPK di DPR

Jokowi ingin, lahan tersebut dibeli kaum milenilal.

Halaman
1234
Editor: Adi Suhendi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved