Istri Kivlan Zen Bawa Kartu Nikah Sampai Buku Saku Sebagai Bukti di Sidang Praperadilan

Tonin Tachta Singarimbun membawa enam bukti dalam sidang lanjutan praperadilan kliennya melawan Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Istri Kivlan Zen Bawa Kartu Nikah Sampai Buku Saku Sebagai Bukti di Sidang Praperadilan
Tribunnews.com/Gita Irawan
Tim Kuasa Hukum istri tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, Dwitularsih Sukowati menyerahkan enam bukti dalam sidang lanjutan praperadilan kliennya melawan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (4/9/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuasa Hukum istri tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, Dwitularsih Sukowati, Tonin Tachta Singarimbun membawa enam bukti dalam sidang lanjutan praperadilan kliennya melawan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (4/9/2019).

Dalam daftar bukti yang diterima Tribunnews.com, tercantum sejumlah bukti termasuk kutipan penujukan isteri yang merupakan Daftar Penunjukan Isteri anggota militer (peraturan pemerintah Nomor 2 Tahun 1951 Lembaran Negara No. 5 tahun 1951 dan Pelak-5/3/1967 tanggal 23-3-1967) sebagai bukti bahwa Dwitularsih adalah istri sah Kivlan Zen.

Baca: Kuasa Hukum Istri Kivlan Zen Tolak Jawaban dari Kuasa Hukum Kapolri di Praperadilan

Selain itu, ada pula Buku Saku yang diterbitkan oleh Lembaga Bantuan Hukum Jakarta yang memberikan petunjuk bahwa Dwitularsih punya hak untuk menerima tembusan surat penangkapan, penahanan, dan penyitaan.

Sedangkan bukti lainnya adalah KTP Kivlan Zen sebagai bukti bahwa Kivlan adalah WNI dengan status perkawinan: Kawin, KTP Dwitularsih Sukowati sebagai bukti bahwa Dwitularsih adalah WNI dengan status perkawinan: Kawin dan sebagai bukti memiliki hak mengajukan Praperadilan, Kartu Keluarga sebagai bukti bahwa Dwitularsih dan Kivlan Zen suami istri, Putusan Mahkamah Konstitusi nomor 3/PUU-XII/2013 merupakan ketentuan hukum yang harus dipatuhi termohon untuk menyerahkan Tembusan surat perintah penangkapan segera dan tidak lebih dari tujuh hari.

Dalam sidang dengan agenda pembuktian dari pihak pemohon yakni Dwitularsih, Tonin dan timnya juga telah menyerahkan enam bukti tersebut kepada hakim tunggal praperadilan Toto Ridarto.

Sidang tersebut berjalan hanya sekira lima menit tanpa dihadiri oleh prinsipal dari kedua belah pihak yakni Dwitularsih sebagai pemohon maupun Tito sebagai termohon.

Sidang kemudian ditutup dan akan dilanjutkan lagi besok Kamis (5/9/2019) dengan agenda pembuktian dari pihak termohon.

Usai sidang, Tonin mengatakan besok pihaknya juga akan memberikan bukti tambahan berupa BPKB dan STNK mobil sebagai yang menurutnya telah disita oleh Polda Metro Jaya.

"Besok ada tambahan, BPKB mobil sama STNK. Belum dikeluarin tadi. Itu BPKB dan STNK mobil Innova mobil Pak Kivlan dan Ibu Kivlan pakai  hilang (disita) sejak 21 Mei 2019," kata Tonin.

Halaman
12
Penulis: Gita Irawan
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved