Rusuh di Papua

Legislator PKS: Rusuh Papua Kepentingan Asing

Wakil Ketua MPR RI ini menyebut adanya keterlibatan asing yang sengaja memanasi warga Papua.

Legislator PKS: Rusuh Papua Kepentingan Asing
YouTube TEDxSydney
Benny Wenda menjadi pembicara di TEDxSydney bersama Jennifer Robinson pada 2013 silam. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I I DPR RI f-PKS, Hidayat Nur Wahid menilai kerusuhan yang terjadi di Papua belakangan ini telah didesain sebelumnya.

Wakil Ketua MPR RI ini menyebut adanya keterlibatan asing yang sengaja memanasi warga Papua.

"Jadi kalau menurut saya, hanya orang luar yang menginginkan Indonesia pecah, dan opini tentang Bintang Kejora, tuntutan referendum, Papua bukan Merah Putih sebagaimana diteriakkan oleh sebagian demonstran itu, ya itu pasti kepentingan asing, bukan kepentingan Indonesia," tegasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Baca: Hotman Paris Jawab Sentilan Bau Pesing Elza Syarief: Pamer Dikelilingi Wanita & Aroma Lamborghini

Ia juga menyebut keterlibatan Benny Wenda sebagai sosok intelektual di balik gejolak di bumi Cendrawasih.

Namun, menurutnya, ada pihak lain yang turut membantu Benny Wenda untuk mengacaukan situasi di Papua.

"Benny Wenda itu sendiri kan lebih banyak di luar, apakah di London, di negara-negara Melanesia, atau bahkan di negara-negara Uni Afrika. Jadi, kalau dia ada di luar ya kemudian tidak ada tafsir kecuali bahwa memang, kan tidak mungkin dia bergerak sendirian. Pasti ada juga yang mendukung," jelasnya.

Baca: 3 Postingan Veronica Koman di Twitter yang Mengantarkannya Jadi Tersangka Kasus Papua

Selain itu, Hidayat melihat konflik sengaja diciptakan untuk menjadi pembicaraan dunia internasional.

Akhir dari ujungnya yakni, melemahkan diplomasi Indonesia di Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan tunduhan telah melakukan pelanggaran, satu diantaranya yakni rasisme.

Baca: Kelakar Anies: Minat Baca Kita Tinggi, Tapi Baca WA

"Kemudian bahwa ada isu juga dibawa ke PBB , itu adalah gerakan dari luar," pungkasnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved