6 Ribu Pasukan di Papua Disebut Bentuk Intimidasi, Wiranto Tegaskan Najwa Shihab Perbaiki Pola Pikir

Pernyataan Wiranto berbanding terbalik. Pasalnya, di Papua masih ada banyak pasukan khusus yang disiagakan, Najwa Shihab menyinggung keras

6 Ribu Pasukan di Papua Disebut Bentuk Intimidasi, Wiranto Tegaskan Najwa Shihab Perbaiki Pola Pikir
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto saat ditemui di Kantor Menekopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019). 

TRIBUNNEWS.COM -- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan ( Menko Polhukam) Wiranto dicecar Najwa Shihab pasca 2 minggu kisruh Papua.

Saat menjawab beberapa pertanyaan dari Najwa Shihab ini, Wiranto berkali-kali menegaskan agar jangan menuduh dan jangan berpikir negatif terhadap kinerja pemerintah dalam menangani Papua.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan Mata Najwa, Kamis (5/9/2019) Najwa Shihab mempertanyakan soal masa depan Papua yang hingga kini masih menjadi perhatian.

"Setelah 2 minggu berlalu, polemik Papua masih belum juga reda, bagaimana masa depan Papua?" tanya Najwa Shihab kepada Wiranto.

Setelah itu, Najwa Shihab menyinggung soal pernyataan Wiranto yang menyebut bahwa kondisi di Papua sudah kondusif.

"Hari ini kita bahagia sekali. Pagi tadi saya dapat kabar dari Papua dan Papua Barat suasana sudah kondusif. Semua wilayah sudah damai," ujarnya, saat menghadiri kegiatan Yonsan Papua di Car Free Day (CFD), Jakarta, dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.com, Minggu (1/9).

 Cerita Penangkapan 3 Pembantu Aulia Kesuma, Polisi Harus Jalan 5 Jam ke Lokasi Persembunyian

Setelah menyatakan Papua kondusif, Wiranto menegaskan akan menarik mundur pasukan.

"Kalau sudah damai untuk apa aparat keamanan ribut-ribut di sana?" tambah Wiranto.

Akan tetapi, pernyataan tersebut justru berbanding terbalik dnegan kondisi yang ada.

Pasalnya, di Papua masih ada banyak pasukan khusus yang disiagakan untuk berjaga.

BACA SELENGKAPNYA >>>>>>

Editor: TribunnewsBogor.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved