Menhub Budi Karya: Semua Pesawat di Dunia Bisa Mendarat di Runway 3 Mulai November 2019

seluruh jenis pesawat nantinya bisa melakukan aktivitas penerbangan di runway 3 Bandara Soekarno-Hatta

Menhub Budi Karya: Semua Pesawat di Dunia Bisa Mendarat di Runway 3 Mulai November 2019
Tribunnews.com/ Ria Anatasia
(kiri-kanan) Dirut Airnav Novie Rianto, Diejen Hubud Kemenhub Polana B Pramesti, Menhub Budi Karya Sumadi dan Dirut AP II Muhammad Awaluddin di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (8/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan landasan pacu atau runway 3 Bandara Soekarno-Hatta seluas 3000 meter x 60 meter ditargetkan beroperasi pada November 2019.

Dengan begitu, lanjutnya seluruh jenis pesawat bisa melakukan aktivitas penerbangan di runway tersebut.

"Saat ini panjang 2500 meter, lebar 45 meter. Nanti pada saatnya November kapasitas panjang 3000× 60 meter bisa dilaksanakan semua pesawat dunia bisa mendarat dan take off di situ," kata Budi saat meninjau proses take off di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (8/9/2019).

Baca: Presiden Trump tiba-tiba batalkan pertemuan rahasia dengan Taliban di Camp David

Dalam tinjauannya, Menhub Budi Karya menyaksikan proses take off pesawat Citilink dengan tipe pesawat Airbus 320 serta proses landing pesawat NAM Air tipe pesawat Boeing 737 700.

Dia menjelaskan, pergerakan pesawat per jam yang tadinya hanya 75 pesawat per jam dapat meningkat kapasitasnya menjadi 81 pesawat per jam pada saat ini.

Pergerakan ini akan dapat bertambah jumlahnya menjadi 100 pesawat per jam ketika Runway 3 sudah memiliki panjang 3000 m.

Baca: Cara Pemprov DKI Jakarta Ingatkan Generasi Milenial Soal Tokoh Pahlawan Lewat Drama Kolosal

"Waktu saya saat masih menjadi Dirut PT AP II Soekarno Hatta pergerakannya 75, sekarang menjadi 81 setiap satu jam. Kalau nanti Runway 3 beroperasi dengan panjang 3000 m, take off landing kurang lebih bisa menjadi 100 per jam," jelasnya.

Pembangunan Runway 3 yang merupakam arahan dari Presiden RI Joko Widodo, dapat melakukan penghematan hingga mencapai Rp 75 juta dihitung dari jumlah bahan bakar.

Hal ini ditegaskan pula oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura II M Awaluddin.

Baca: Pengamat Otomotif Sebut Esemka Bisa Maju dan Berkembang

Halaman
1234
Penulis: Ria anatasia
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved