ARJ Indonesia Akan Gelar Konvensi Kandidat Menteri 2019-2024

Budi Mulyawan mengatakan konvensi itu digelar atas dasar permintaan Jokowi beberapa saat lalu agar relawan juga ikut mengusulkan kandidat

ARJ Indonesia Akan Gelar Konvensi Kandidat Menteri 2019-2024
TRIBUN PONTIANAK/TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA?
Presiden RI, Joko Widodo bersama rombongan menyapa masyarakat di Alun-alun Kapuas usai meninjau waterfront Pontianak?menggunakan Kapal Angkatan Laut (Kal) Lemukutan,?Kamis (5/9/2019) sekira pukul 14.55 WIB. Kunjungan kerja Jokowi ke Kalbar untuk membagikan sertifikat tanah dan SK TORA kepada masyarakat, sekaligus meninjau pembangunan infrastruktur di Pontianak. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gabungan relawan Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang menamakan diri Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) Indonesia akan menggelar Konvensi Visi Indonesia atau konvensi untuk mengusulkan kandidat menteri 2019-2024 di Hotel Grand Sahid Jaya pada 27-29 September 2019 mendatang.

Koordinator ARJ Indonesia, Budi Mulyawan mengatakan konvensi itu digelar atas dasar permintaan Jokowi beberapa saat lalu agar relawan juga ikut mengusulkan kandidat menteri periode 2019-2024.

Budi Mulyawan merasa ARJ Indonesia harus ikut bergerak membantu Presiden Jokowi menentukan menterinya di tengah situasi politik kompleks seperti rencana pemindahan ibu kota dan dinamika politik lainnya.

Baca: Jasad Bayi Perempuan di Kantong Plastik Bikin Geger Warga Serpong, Diduga Hasil Aborsi

“Kami menyadari penentuan menteri merupakan hak prerogatif Presiden, namun di tengah segudang pekerjaan rumah yang ada Konvensi Visi Indonesia merasa perlu menghadirkan masukan alternatif sekaligus membantu mensukseskan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Apalagi setelah beliau mengungkapkan agar relawan memberi masukan siapa saja kandidat menteri yang pantas untuk dipilih,” ungkap Budi di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Budi Mulyawan berharap agenda konvensi itu dapat menghasilkan rekomendasi susunan kabinet dan program unggulan bagu Presiden Jokowi.

Ia menegaskan keyakinannya bahwa usul susunan kabinet yang dihasilkan dari konvensi itu nantinya dapat dipertimbangkan Presiden karena menurutnya relawan mengisi ruang kosong yang tak dapat diisi partai politik.

“Kemenangan Jokowi-Ma’ruf merupakan kerja bersama antara kekuatan politik formal yaitu parpol dan kekuatan politik informal yakni relawan. Relawan sebagai mata dan telinga Presiden akan terus berperan aktif dan mengawal seluruh program yang dicanangkan Presiden terpilih,” pungkasnya.

Sebelumnya melalui keterangan Sekjen PPP, Arsul Sani, Presiden Jokowi dikabarkan meminta partai politik pengusung dan relawan proaktif mengusulkan jika memiliki kandidat menteri yang bagus.

Hal itu menurut Arsul dikatakan Jokowi saat pembubaran tim kampanye nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf 26 Juli 2019 lalu.

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved