Gubernur Hideaki Minta Indonesia Bangun KJRI di Nagoya

Ia mengatakan, jumlah WNI yang berada di Aichi mencapai 7ribu orang, lebih besar ketimbang di daerah Tokyo yang tercatat ada sekitar 5 ribu WNI.

Gubernur Hideaki Minta Indonesia Bangun KJRI di Nagoya
Rina Ayu/Tribunnews.com
Gubernur Prefektur Aichi, Jepang, Hideaki Ohmura, di kantor wakil presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima kunjungan Gubernur Prefektur Aichi, Jepang, Hideaki Ohmura, di kantor wakil presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019).

Dalam kesempatan itu Hideaki kembali meminta agar Indonesia dapat mendirikan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Aichi di Nagoya.

Ia mengatakan, jumlah WNI yang berada di Aichi mencapai 7ribu orang, lebih besar ketimbang di daerah Tokyo yang tercatat ada sekitar 5 ribu WNI.

Untuk saat ini, segala keperluan WNI berada di KBRI Tokyo dan Konjen di Osaka.

"Bahwa dibukanya kantor perwakilan republik indonesia atau konsulat di Nagoya, karena saat ini baru ada dua, KBRI di Tokyo dan Konjen di Osaka," ujar Hideaki yang ditemui setelah pertemuan.

Nantinya, ujar Hideaki, permintaan untuk kedua kalinya itu, akan segera ditanggapi oleh Kementerian Luar Negeri RI.

"Yang Mulia (Wakil Presiden) menanggapi request dari saya dan akan disampaikan ke Kementerian Luar Negeri," harapnya.

Baca: Jokowi Minta Menteri Hukum dan HAM Pelajari Revisi UU KPK

Kedatangan Hideaki bersama rombongan juga dalam rangka menyampaikan ucapan terima kasih atas dibukany rute penerbangan langsung Chubu (Nagoya) ke Jakarta.

"Jadi dalam kesempatan ini saya menyampaikan rasa terima kasih saya. Kami dulu meminta di bukanya rute penerbangan langsung Garuda Indonesia antara Chubu - Jakarta dan akhirnya terwuju," jelasnya.

Sebelumnya, di tahun 2018 lalu, Hideaki juga bertandang ke kantor wapres RI.

Kedatangannya saat itu meminta mempertimbangkan pendirian Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Aichi seiring banyaknya jumlah penduduk Indonesia di kawasan tersebut.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved