Seleksi Pimpinan KPK

Kepada Komisi III DPR RI, Pansel Capim KPK Curhat Alami Perundungan Saat Bertugas

Yenti Garnasih mengatakan, perundungan adalah hal yang biasa dialami oleh Pansel Capim KPK sejak menerima surat keterangan atau SK untuk melaksanakan

Kepada Komisi III DPR RI, Pansel Capim KPK Curhat Alami Perundungan Saat Bertugas
Rizal Bomantama/Tribunnews.com
Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih menyalami pimpinan Komisi III DPR RI usai rapat dengar pendapat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) menyampaikan curahan hatinya di depan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019).

Ketua Pansel Capim KPK, Yenti Garnasih mengatakan, perundungan adalah hal yang biasa dialami oleh Pansel Capim KPK sejak menerima surat keterangan atau SK untuk melaksanakan tugasnya.

Hal itu disampaikan Yenti menanggapi pertanyaan anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Nasional Demokrat, Jacki Uli untuk mengkonfirmasi isu-isu liar yang beredar di dunia maya mengenai integritas Pansel Capim KPK.

“Kami awalnya mencoba tidak merasakan itu (perundungan, red), sejak nama-nama Pansel Capik KPKP disebutkan, kami hanya selamat dua sampai tiga jam setelah itu banyak yang terus melakukan perundungan. Banyak yang mengatakan kami tidak pantas, tidak tahu tentang KPK, kalau kami sekarang dikonfirmasi saya tegaskan bahwa itu semua tidak benar,” ungkap Yenti.

Yenti menegaskan bahwa tuduhan bahwa dirinya merupakan penasehat Kabareskrim hingga Kapolri adalah tidak benar sama sekali.

Baca: Presiden Jokowi Minta Keamanan Pelajar Papua dan Papua Barat Terus Dipantau

Ia menegaskan dirinya hanya sempat menjadi pengajar di pusat pendidikan Polri yang mengajar tentang tindak pidana pencucian uang atau TPPU.

“Kami sudah bekerja keras dengan berbagai dinamika sejak awal, kami pernah bekerja sampai jam dua malam dan datang saat baru subuh. Sampai sekarang kami yakin telah melakukan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan secara baik,” tegasnya.

Sementara itu anggota Pansel Capim KPK lainnya, Indriyanto Seno Adji juga memanfaatkan pertemuan dengan Komisi III DPR RI ini untuk menjawab tudingan di masyarakat.

Ia menolak tegas tuduhan adanya ‘conflict of interest’ saat dirinya bertugas sebagai Pansel Capim KPK.

“Saya memang penasehat ahli, tapi bukan untuk Polri saja. Saya juga pernah menjadi penasehat bagi TNI, Kementerian Pertahanan bahkan KPK juga. Karena itu saya berdiri di atas objektivitas,” ucap mantan Pelaksana Tugas Pimpinan KPK tersebut.

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved