Rusuh di Papua

Polisi Tetapkan Buzzer Hoaks Kasus di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya sebagai Tersangka

Yang bersangkutan memiliki peran sebagai buzzer atau menyebarkan hoaks terkait kasus tersebut hingga viral

Polisi Tetapkan Buzzer Hoaks Kasus di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya sebagai Tersangka
Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian kembali menetapkan tersangka dalam kasus tindak diskriminasi di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (16/8) silam. 

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan tersangka berinisial AD.

Baca: Polri Beberkan Peran FBK dan AG di Balik Kerusuhan di Papua

Yang bersangkutan memiliki peran sebagai buzzer atau menyebarkan hoaks terkait kasus tersebut hingga viral. 

"Sebagai buzzer, hanya buzzer saja, dia yang memviralkan beberapa narasi, foto, dan video yang sifatnya hoaks," ujar Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019).

Di sisi lain, Dedi Prasetyo tak menjelaskan secara rinci perihal penetapan tersangka kepada AD maupun dimana dan kapan yang bersangkutan diamankan. 

Baca: MRP Keluarkan Maklumat agar Mahasiswa Papua Kembali Kuliah di Kota Studi Masing-masing

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu hanya mengatakan atas perbuatannya AD dijerat dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

"Sementara dia dijerat pasal UU ITE, kemudian Pasal 14-15 UU 1 Tahun 1946," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved