Tanggapan Pimpinan Komisi VIII DPR Soal Polemik KPAI Vs PB Djarum

Politisi Golkar ini menilai PB Djarum selama ini telah banyak menghasilkan atlet-atlet bulutangkis berprestasi internasional

Tanggapan Pimpinan Komisi VIII DPR Soal Polemik KPAI Vs PB Djarum
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Ace Hasan Syadzily. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pimpinan Komisi VIII DPR RI menanggapi keputusan PB Djarum Kudus menghentikan audisi pencarian bakat bulutangkis setelah dituduh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan eksploitasi anak.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily menilai, KPAI harus membedakan antara Djarum sebagai perusahaan rokok dengan Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum yang selama ini melakukan pembinaan terhadap olahraga bulutangkis.

Politisi Golkar ini menilai PB Djarum selama ini telah banyak menghasilkan atlet-atlet bulutangkis berprestasi internasional dan membawa nama baik Indonesia.

"Kita harus membedakan antara Djarum sebagai perusahaan rokok dengan Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum yang selama ini melakukan pembinaan terhadap olahraga bulutangkis," tegas Ace kepada Tribunnews.com, Senin (9/9/2019).

Dia pun menegaskan, tidak perlu dikaitkan antara sponsorship Djarum dengan pembinaan olahraga bulutangkis.

Dia juga meminta KPAI melakukan investigasi terlebih dahulu, 'apakah benar Djarum itu semata-mata hanya usaha tembakau atau rokok?

"Setahu saya, Djarum itu tidak hanya bergerak di bidang rokok. Djarum juga sudah bergerak juga misalnya pada perbankan dan invenstasi lainnya. Harus ditelusuri dulu apakah sumber keuangannya berasal dari rokok atau usaha yang lain," tegasnya.

Sebelumnya, PB Djarum memutuskan untuk menstop audisi umum bulutangkis untuk beasiswa bulu tangkis PB Djarum pada 2020.

Keputusan ini diambil PB Djarum karena tudingan KPAI bahwa PB Djarum memanfaatkan anak-anak untuk mempromosikan merek Djarum yang identik dengan produk rokok.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved