Politisi Demokrat Jelaskan Alasan SBY Kembali Nyatakan Dukung Jokowi-Ma’ruf

Nurhayati mengungkapkan Demokrat siap mendukung program-program pemerintahan periode kedua Jokowi sesuai dengan filsafat politik partainya.

Politisi Demokrat Jelaskan Alasan SBY Kembali Nyatakan Dukung Jokowi-Ma’ruf
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato saat malam kontemplasi di Kediamannya di Puri Cikeas, Jakarta, Senin (9/9/2019). Malam Kontemplasi tersebut memperingati 18 tahun Partai Demokrat, 70 tahun Susilo Bambang Yudhoyono dan 100 hari wafatnya Ibu Ani Yudhoyono. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan dukungannya untuk pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam peringatan ulang tahun Partai Demokrat ke-19 sekaligus ulang tahun dirinya ke-70.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf mengatakan pidato SBY itu dalam rangka memperkuat persatuan dan kesatuan untuk membangun bangsa serta negara.

“Pidato Pak SBY itu mengungkapkan bahwa le

Baca: KPK: Kami Tak Mungkin Bongkar Kasus Mafia Migas Jika Terus Dilemahkan

bih penting membangun bangsa dan negara, Pemilu sudah selesai dan presiden sudah terpilih, selanjutnya kita berpikir bagaimana pemerintah kuat dan masyarakat bahagia tentu pemerintah harus didukung masyarakat itu sendiri,” ungkap Nurhayati di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (10/9/2019).

Nurhayati mengungkapkan Demokrat siap mendukung program-program pemerintahan periode kedua Jokowi sesuai dengan filsafat politik Demokrat yakni bersih, cerdas, dan santun.

Baca: Fahri Hamzah Setuju Ada Kontrak Politik dengan Calon Pimpinan KPK, Ini Alasannya

“Dalam demokrasi kita harus mendukung secara bersama-sama siapa pun yang menang dalam Pemilu,” imbuhnya.

Calon pimpinan BPK 2019-2023 itu juga membantah adanya transaksi politik dalam dukungan Demokrat pada pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

“Soal ‘deal’ politik tidak ada ya, Demokrat tak mengajukan siapa-siapa, Pak SBY murni ingin bangsa dan negara terus melanjutkan demokrasi yang saling mendukung ini. Menteri adalah hak prerogatif presiden,” pungkasnya.

Dalam pidatonya SBY masyarakat Indonesia memberi kesempatan dan dukungan kepada pemerintahan baru agar sukses mengemban amanah rakyat.

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved