Pengamat: Pemekaran di Papua Rencana yang Sudah Lama dan Strategis

Ia menilai memang pemekaran Provinsi di Papua dan Papua Barat sebagai langkah strategis pemerintah untuk menyelesaikan persoalan di Bumi Cenderawasih.

Pengamat: Pemekaran di Papua Rencana yang Sudah Lama dan Strategis
Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Para tokoh asal Papua dan Papua Barat memasuki Istana untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), I Made Leo Wiratma menilai memang pemekaran Provinsi di Papua dan Papua Barat sebagai langkah strategis pemerintah untuk menyelesaikan persoalan di Bumi Cenderawasih.

"Memang pemekaran di Papua ini merupakan rencana yang sudah lama atas dasar strategis sehingga masyarakat Papua kini menagih janji," ujar I Made Leo kepada Tribunnews.com, Rabu (11/9/2019).

Atas dasar strategis dan kekhususan itulah, menurut dia, moratorium pemekaran bisa dikesampingkan.

"Karena dasar strategis dan kekhususan itulah moratorium mungkin bisa dikesampingkan," jelasnya.

Baca: Saat Arteria Dahlan Kritik Keras Febri Diansyah soal OTT KPK: Kamu Jawab Hari Ini di Depan Pak Karni

Baca: Wisudawati Tertua Unusa, Maria Lidwina - Semangat Kuliah di Usia Tua Demi Masa Depan Murid-muridnya

Baca: Hasil Akhir PSM vs PSIS Liga 1 2019, Mahesa Jenar Menang di Makassar 0-1

Namun apakah pemekaran ini bisa menjadi jawaban terkait penyelesaian masalah di bumi Cenderawasih?

Ini lanjut dia, sangat tergantung sejauh mana persyaratan tersebut dapat dipenuhi dan seberapa matang persiapan dilakukan.

Bila terjadi, maka akan sangat efektif untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Papua.

"Sehingga pemerintahan di sana sungguh-sungguh efektif untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat Papua," jelasnya.

Namun, kata dia, pelaksanaan pemekaran suatu daerah (provinsi atau kabupaten/kota) tidaklah mudah.

Halaman
123
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved