Pengamat: Pemekaran di Papua Rencana yang Sudah Lama dan Strategis

Ia menilai memang pemekaran Provinsi di Papua dan Papua Barat sebagai langkah strategis pemerintah untuk menyelesaikan persoalan di Bumi Cenderawasih.

Pengamat: Pemekaran di Papua Rencana yang Sudah Lama dan Strategis
Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Para tokoh asal Papua dan Papua Barat memasuki Istana untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi. 

Ada deretan panjang persyaratan yang harus dipenuhi, mulai dari tujuannya, tahapan daerah persiapan, hingga persyaratan dasar dan persyaratan administratif.

Paling tidak dia menjelaskan, persyaratan dasar ada dua, yakni dasar kewilayahan dan dasar kapasitas.

Dari persyaratan dasar kewilayahan, dia menilai, Papua tidak akan sulit karena wilayahnya sangat luas.

Namun dari sisi persyaratan dasar kapasitas, yakni kemampuan daerah untuk berkembang dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat akan sedikit sulit.

"Sebab parameter dari persyaratan dasar kapasitas ini didasarkan pada geografi, demografi, keamanan, sosial politik, adat, tradisi, potensi ekonomi, keuangan daerah, dan kemampuan penyelenggaraan pemerintahan," jelasnya.

Untuk memenuhi persyaratan ini kata dia, membutuhkan kajian dan persiapan yang matang.

"Jangankan pemekaran dengan menambah 5 provinsi sekaligus, tambah 1 provinsi saja pasti pekerjaan berat," ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tambahan 5 provinsi ini akan menjadikan Papua menjadi 7 provinsi.

"Mungkin dengan 7 provinsi ini dimaksudkan untuk mengakomodir 7 kelompok besar suku yang ada di Papua," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo setuju ada pemekaran wilayah di Papua dan Papua Barat. Hal ini disampaikan Jokowi saat menerima 61 tokoh Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Halaman
123
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved