Rusuh di Papua

PKS Sarankan Jokowi Juga Lakukan Pemekaran Provinsi di Papua dan Papua Barat

Meskipun memang Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera melihat, keberadaan Istana Kepresidenan menjadi simbol Papua adalah bagian dari NKRI.

PKS Sarankan Jokowi Juga Lakukan Pemekaran Provinsi di Papua dan Papua Barat
Twitter Jokowi
Jokowi bertemu tokoh papua 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dimnta tidak hanya membangun Istana Kepresidenan di Papua.

Meskipun memang Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera melihat, keberadaan Istana Kepresidenan menjadi simbol Papua adalah bagian dari NKRI.

Menurut mantan Wakil Ketua BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini, jauh lebih substansial jika Jokowi mengajukan Undang-undang mengenai Pemekaran Papua dan Papua Barat.

"Jangan hanya bangun istana tapi mekarkan Papua," saran Mardani Ali Sera, kepada Tribunnews.com, Rabu (11/9/2019).

Paling tidak menurut dia, idealnya lima provinsi ada di Bumi Cenderawasih.

"Akan lebih substansial jika diajukan Undang-Undang Pemekaran Papua Barat dan Papua menjadi total lima provinsi. Karena kondisi geografis dan geopolitiknya, Papua perlu lebih banyak sumber daya dan akses pelayanan bagi masyarakat," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo setuju ada pemekaran wilayah di Papua dan Papua Barat. Hal ini disampaikan Jokowi saat menerima 61 tokoh Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Dalam pertemuan itu, awalnya para tokoh Papua yang hadir meminta agar ada pemekaran sebanyak lima wilayah di Papua dan Papua Barat.

Baca: Pendampingan TP4 Kejaksaan Efektif Cegah Korupsi

"(Permintaan) pertama, meminta adanya pemekaran provinsi 5 wilayah di Provinsi Papua dan Papua Barat," kata Ketua DPRD Jayapura Abisai Rollo mewakili para tokoh yang hadir.

Jokowi pun menyetujui pemekaran itu. Namun, ia hanya menyetujui dua atau tiga wilayah.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved