BJ Habibie Meninggal Dunia

BJ Habibie Tulis Pengalamannya 517 Hari Menjabat Presiden dalam Sebuah Buku

Meski hanya singkat menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, yakni selama 517 hari, namun BJ Habibie banyak membuat fondasi dengan kebijakannya.

BJ Habibie Tulis Pengalamannya 517 Hari Menjabat Presiden dalam Sebuah Buku
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
BJ Habibie. Tribunnews/Jeprima 

517 Hari Menjabat Presiden Indonesia, BJ Habibie Merilis Buku Tentang Pengalamannya Jadi Presiden

TRIBUNNEWS.COM - Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie tutup usia dengan menyisakan berbagai kenangan dan warisan bagi bangsa Indonesia dan dunia.

Semasa hidupnya, BJ Habibie pernah memerintah sebagai Presiden ketiga RI menggantikan peran Soeharto yang sebelumnya mengundurkan diri.

Meski hanya singkat menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, yakni selama 517 hari, namun BJ Habibie banyak membuat fondasi-fondasi dengan kebijakan-kebijakan pentingnya.

Di antaranya membuka kran informasi dengan menghadirkan kebebasan pers serta menerapkan Otonomi Daerah.

Dalam 517 hari kepemimpinannya, BJ Habibie menuliskan catatannya di dalam sebuah buku yang hanya dirilis di Jerman pada tahun 2009 yang berjudul 517 Hari kelahiran Demokrasi di Indonesia.

Baca: Jokowi dan Putra Habibie : Almarhum BJ Habibie Banyak Tinggalkan Jasa untuk Bangsa Indonesia

Mengutip dari laman DW.com, Judul asli buku yang terbit tahun 2006 adalah "Detik-Detik yang Menentukan", namun ketika selesai, tim penerjemah ternyata meminta mengganti judulnya menjadi 517 Hari. Indonesia: Lahirnya Sebuah Demokrasi.

Dalam peluncuran buku tersebut Habibie mengaku buku yang diterbitkan dalam versi Jerman tersebut didorong oleh banyaknya desakan.

Satu di antaranya ialah karena faktor ia pernah tinggal lama untuk belajar dan bekerja di Jerman, namun demikian Habibie mengungkapkan, banyak catatan yang masih disimpannya sendiri karena dirasanya masih sangat sensitif.

Seperti diketahui sebelum memerintah menjadi Presiden, Habibie banyak menghabiskan masa mudanya di Jerman.

Halaman
123
Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved