Serangan Kabut Asap

Kabut Asap Makin Pekat di Kota Pekanbaru, Ibu Hamil dan Balita Dilarang Keluar Rumah

Tak sedikit masyarakat yang terkena dampak kabut asap yang semakin pekat, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kabut Asap Makin Pekat di Kota Pekanbaru, Ibu Hamil dan Balita Dilarang Keluar Rumah
KOMPAS.COM/IDON
Kabut asap semakin pekat menyelimuti udara Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (12/9/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Kota Pekanbaru, Riau, diselimuti kabut asap pekat akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap dampak yang ditimbulkan.

Untuk mengantisipasi dampak kabut asap tersebut, Pemerintah Provinsi Riau bersama jajaran lintas sektoral telah membuat kesepakatan tentang acuan sebagai pedoman bersama.

Hal itu disebutkan Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Riau dr Yohanes saat dihubungi Kompas.com melalui sambung telepon, Kamis (12/9/2019).

"Kami sudah membuat kesepakatan bersama tentang acuan penanganan dampak perubahan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau," kata Yohanes. Dia menyebutkan, ada empat acuan yang disepakati untuk antisipasi dampak kabut asap.

Pertama, apabila Indeks Standard Pencemar Udara (ISPU) dengan nilai 101-199 (Tidak Sehat) untuk kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, balita, anak usia sekolah, lansia dianjurkan tidak melaksanakan kegiatan di luar rumah atau gedung.

Misalnya berolahraga, gerak jalan santai, upacara, dan kegiatan yang sejenis. Jika terpaksa keluar rumah, harus menggunakan masker dan peralatan pelindung lainnya. 

Kedua, apabila ISPU dengan nilai 200-299 (Sangat Tidak Sehat) maka masyarakat dianjurkan tidak beraktivitas di luar rumah atau gedung. Ketiga, apabila ISPU dengan nilai diatas 300 (berbahaya) maka masyarakat dianjurkan secara total tidak beraktivitas di luar rumah atau gedung. 

Keempat, penetapan nilai angka ISPU tersebut bersifat lokal sesuai dengan kondisi daerahnya (kabupaten dan kota).

Baca: Mengecewakan! ICW: Pemilihan Calon Pimpinan KPK Berakhir Antiklimaks

Sementara itu, kabut asap sangat pekat sudah berlangsung tiga hari di Pekanbaru.

Baca: Uang Nasabah Rp 14 Juta Hilang, BRI Janji Investigasi

Tak sedikit masyarakat yang terkena dampak kabut asap yang semakin pekat seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Baca: Anies Baswedan: Belajar yang Rajin, Biar Kalau Besar Kamu Pintar Seperti Pak Habibie. . .

Berdasarkan data yang diterima Kompas.com dari Dinas Kesehatan Riau per 1-11 September 2019, jumlah warga terserang ISPA sebanyak 9.931 orang.

Laporan: Idon Tanjung

Artikel ini tayang di Kompas.com dengan judul Pekanbaru Dikepung Kabut Asap Pekat, Ibu Hamil hingga Balita Dilarang Keluar Rumah.

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved