Pemerintah Bentuk Tim Reaksi Cepat Hujan Buatan Untuk Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau

Pemerintah sekapat membentuk satuan tugas pembuat hujan buatan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pemerintah Bentuk Tim Reaksi Cepat Hujan Buatan Untuk Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Rakor karhutla yang dipimpin oleh Menteri Koordinatoor Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Kepala BNPB Doni Munardo, Kepala BMKG Dwi Korita, serta sejumlah perwakilan pemerintah daerah, di ruang rapat Nakula, Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, pada Jumat (13/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah sekapat membentuk satuan tugas pembuat hujan buatan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kesepakatan tersebut dicapai setelah Menteri Koordinatoor Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto memimpin rapat koordinasi Karhutla.

Rapat tersebut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Kepala BNPB Doni Munardo, Kepala BMKG Dwi Korita, serta sejumlah perwakilan pemerintah daerah.

Rapat digelar di ruang rapat Nakula, Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2019).

Baca: Sekolah Jadi Problem Shakira Aurum, Ini yang Dilakukan Denada sebagai Ibu

Wiranto menuturkan, satuan tugas tersebut dipersiapkan untuk memadamkan karhutla dengan teknik hujan buatan di mana tim dan pesawat siap siaga saat awan berisi 75 persen air berada di atas daerah karhutla.

"Ya kita sepakat untuk siapkan satuan tugas namanya Pasukan Pemadam Reaksi Cepat (PPRC). Artinya kita siapkan pesawat udara di tempat-tempat kritis dimuati garam, ada laporan bahwa awan itu sudah cukup kuat untuk kemudian dijadikan hujan pesawat naik langsung tabur garam. Tidak usah menunggu lagi," jelas Wiranto.

Lebih lanjut, mantan Panglima ABRI ini menuturkan, BPNB dan Panglima TNI telah memberikan bantuan 3 unit pesawat untuk tim PPRC.

Baca: Majelis Dzikir Nuurul Khairaat Palu Salat Gaib Doakan BJ Habibie di Pantai Eks Tsunami

"Dua pesawat Cassa dari BNPB dan satu pesawat N35 dari Panglima TNI yang sudah stand by di landasan udara, lapangan terbang yang ada di daerah terdampak sehingga siap terbang," kata dia.

Tim PPRC ini diharapkan memperkuat pemadaman karhutla sebelumnya yakni melalui personel darat dan pembuatan bom air dari udara.

Halaman
123
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved