Kebakaran Hutan dan Lahan

BNPB Sebut Ada Oknum Pejabat Daerah Tak Peduli Kebakaran Lahan

Doni tak akan menyebut siapa-siapa oknum yang tidak peduli terhadap masalah lingkungan tersebut.

BNPB Sebut Ada Oknum Pejabat Daerah Tak Peduli Kebakaran Lahan
Lita Febriani/Tribunnews.com
Konferensi pers mengenai kebakaran hutan yang terjadi di beberapa daerah pada Sabtu (14/9/2019) di Graha BNPB, Jakarta Timur. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar konferensi pers mengenai kebakaran hutan yang terjadi di beberapa daerah pada Sabtu (14/9/2019) di Graha BNPB, Jakarta Timur.

Sejak Januari - Agustus 2019 ada sebanyak 328.724 hektar lahan yang terbakar di seluruh Indonesia yang disebabkan oleh 4.012 titik panas.

Wilayah terparah yang mengalami kebakaran hutan ialah di Riau, dengan 49.266 hektar lahan terbakar selama bulan Agustus.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo mengatakan upaya pemadaman terus dilakukan dengan mengerahkan sekira 50 helikopter.

Selama proses pemadaman, BNPB juga mendapat keluhan dari para petugas di lapangan mengenai ketidakpedulian para pejabat daerah mengenai kebakaran lahan dan hutan.

Baca: Kondisi Gudang Mako Brimob Semarang yang Meledak Sudah Kondusif, Anggota yang Terluka Keluar dari RS

"Kami dari BNPB membandingkan 9 daerah karena ada keluhan juga dari TNI dan Polri di lapangan. Karena adanya kurang peduli dari sejumlah pejabat daerah," tutur Doni saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (14/9/2019).

Doni tak akan menyebut siapa-siapa oknum yang tidak peduli terhadap masalah lingkungan tersebut.

Namun kebanyakan pejabat di tingkat Kabupaten dan Kota yang tidak peduli.

"Saya tidak menyebut siapa pejabatnya, tetapi rata-rata pejabat setingkat kabupaten kota. Ini adalah keluhan dari para unsur pemadam di lapangan. Bahkan ada juga yang setiap undangan rapat tidak hadir," sambungnya.

Penyebab terjadinya kebakaran itu sendiri sebesar 99 persen terjadi karena ulah manusia.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved