Polemik KPK

Serahkan Tanggung Jawab ke Presiden, Ketua KPK Manja dan Kekanak-kanakan

Ketua PBHI 2007-2010 Dr Syamsuddin Radjab menilai sikap Agus Rahardjo sangat manja bahkan kekanak-kanakan.

Serahkan Tanggung Jawab ke Presiden, Ketua KPK Manja dan Kekanak-kanakan
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Pengamat Hukum sekaligus Ketua PBHI 2007-2010 Dr Syamsuddin Radjab 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sikap Ketua KPK Agus Rahardjo yang menyerahkan tanggung jawab pengelolaan lembaga antirasuah ke Presiden Jokowi banyak diperbincangkan.

Pengamat Hukum sekaligus Ketua PBHI 2007-2010 Dr Syamsuddin Radjab menilai sikap Agus Rahardjo sangat manja bahkan kekanak-kanakan.

"‎Perhatikan sikap tiga komisioner sekarang (Agus Rahardjo, Saut Situmorang dan Laode M Syarif). Ada yang sudah mundur, otomatis fungsi sebagai komisioner tidak jalan. Ketiganya sudah memberikan pernyataan deklaratif ke publik segala tugas kewenangan KPK diserahkan ke presiden," ungkap Syamsuddin dalam sebuah diskusi bertema  KPK : Pimpinan Baru dan Revisi Undang-Undangnya, Sabtu (14/9/2019) di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

"Buat saya komisioner KPK ini manja dan kekanak-kanakan dalam menghadapi dinamika internal dan revisi UU KPK. ‎ Ini sangat bahaya untuk eksistensi KPK dalam menegakkan hukum," tegas Syamsuddin lagi.

Baca: Menlu RI: PNG Dukung Papua Tetap Jadi Bagian Indonesia

Lebih lanjut anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Erwin Moeslimun Singajuru mengingatkan jangan sampai situasi ini malah ditunggangi pihak-pihak yang ingin merusak sistem penegakan hukum di Indonesia.

"Terhadap semua yang terjadi sekarang ini, harus diwaspadai. Agar jangan sampai ditunggangi malah merusak penegakan hukum. Saya yakin masih ada orang baik yang ingin jaga marwah penegakan hukum yaang berkeadilan," tambah Erwin.

‎Seperti diketahui dalam konferensi persnya, Jumat (13/9/2019) malam, pimpinan KPK sepakat menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK pada Presiden Jokowi.

Keputusan ini merupakan kesepakatan dari tiga pimpinan KPK yakni Ketua Agus Rahardjo dan Wakil Ketua Saut Situmorang serta Laode M Syarif.

Baca: Makam BJ Habibie di TMP Kalibata Masih Didatangi Peziarah dari Luar Kota

Dalam pernyataannya, Agus mengaku prihatin dengan kondisi pemberantasan korupsi saat ini yang sangat mencemaskan. Terlebih Agus merasa lembaganya dikepung dari berbagai sisi.

Agus melanjutkan pimpinan KPK juga merasa revisi UU KPK dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Bahkan rumornya dalam waktu dekat akan diketok.

"Dengan berat hati, Jumat 13 September kami menyerahkan tanggungjawab pengelolaan KPK ke bapak Presiden. Kami menunggu perintah apakah kemudian kami masih akan dipercaya sampai Desember. Kami menunggu perintah itu, mudah-mudahan kami diajak bicara presiden," ujar Agus di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved