Pemindahan Ibu Kota Negara

KLHK Pastikan Pembangunan Ibu Kota Negara Baru Tak Ganggu Habitat Satwa Asli Kalimantan

Ia menerangkan, pembangunan ibu kota negara baru di wilayah Kalimantan Timur memiliki desain ramah lingkungan dan smart city

KLHK Pastikan Pembangunan Ibu Kota Negara Baru Tak Ganggu Habitat Satwa Asli Kalimantan
Tribunnews.com/Rina Ayu
Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam, Laksmi Wijayanti (berjilbab), saat konferensi pers di kantor KLHK, Jakarta, Senin (16/9/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memastikan wilayah pembangunan ibu kota negara baru tak akan mengganggu habitat satwa Kalimantan Timur, seperti Orangutan, Bekantan, Pesut, maupun Buaya.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam, Laksmi Wijayanti, menuturkan, dalam Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) calon ibu kota negara, ruang hidup dan ruang gerak satwa maupun fauna menjadi salah satu perhatian khusus.

"Kami pemerintah tidak mungkin tidak pertimbangkan. Resiko dengan dampaknya akan dibuat seminimal mungkin. Pasti itu habitat satwa dan fauna jadi pertimbangan utama. Itu berkali-kali sudah kami sampaikan," kata Laksmi dalam konferensi pers di kantor KLHK, Jakarta, Senin sore (16/9/2019).

 Ia menerangkan, pembangunan ibu kota negara baru di wilayah Kalimantan Timur memiliki desain ramah lingkungan dan smart city.

"Jadi jangan membayangkan Jakarta seperti sekarang dipindahkan ke sana," ucap dia.

KLHS tahap pertama dengan fokus arahan perlindungan dan kriteria pengaman lingkungan, telah dimulai pada awal September ini dan ditargetkan rampung pada Oktober 2019 ini.

Ia mengatakan, sejauh ini dalam mendata dan mengumpulkan informasi mengenai satwa dan fauna, KLHK dibantu oleh balai riset, wahana penelitian, akademisi, pemerintah daerah, maupun masyarakat setempat.

"Kami mengajak kerjasama semua pihak. KLHS ini bersifat terbuka, kami siap menerima masukan," ujar Laksmi.

Banyak buaya berkeliaran

Halaman
1234
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved