80 Persen Lahan Terbakar Berubah Jadi Lahan Perkebunan, BNPB Ungkap Motif Pembakaran Hutan dan Lahan

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, mengungkapkan motif manusia yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

80 Persen Lahan Terbakar Berubah Jadi Lahan Perkebunan, BNPB Ungkap Motif Pembakaran Hutan dan Lahan
TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Petugas BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Sumatera Selatan mencoba memadamkan api kebakaran lahan di kawasan Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (11/9/2019). Kebakaran lahan yang meluas dibeberapa titik di Kawasan Sumatera Selatan membuat kualitas udara kota Palembang memburuk.TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO 

TRIBUNNEWS.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, mengungkapkan motif manusia yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Diketahui, kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh manusia dengan motif land clearing karena lebih murah.

Dikutip dari Kompas.com, Rabu (18/9/2019), Doni Monardo mengatakan bahwa saat ini 80 persen lahan yang terbakar berubah menjadi lahan perkebunan.

"Sebesar 99 persen kerhutla akibat ulah manusia, 80 persen lahan terbakar berubah menjadi perkebunan," ungkap Doni Monardo, dikutip dari Kompas.com.

PEMADAMAN KEBAKARAN LAHAN-Petugas BPBD Samarinda berusaha memadamkan kebakaran lahan gambut di kawasan desa Sungai Bawang jalan Poros Arah Samarinda Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, Senin (16/6/2019). Kebakaran lahan tak jauh dari runway Bandara APT Pranoto tersebut melibatkan petugas BPBD Kutai Kartanegara, BPBD Samarinda, KODIM 0901 Samarinda, relawan mengingat lokasi berada diperbatasan Samarinda dengan wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.
PEMADAMAN KEBAKARAN LAHAN-Petugas BPBD Samarinda berusaha memadamkan kebakaran lahan gambut di kawasan desa Sungai Bawang jalan Poros Arah Samarinda Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, Senin (16/6/2019). Kebakaran lahan tak jauh dari runway Bandara APT Pranoto tersebut melibatkan petugas BPBD Kutai Kartanegara, BPBD Samarinda, KODIM 0901 Samarinda, relawan mengingat lokasi berada diperbatasan Samarinda dengan wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. (TRIBUNNEWS/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)

Salah satu penyebab api sulit dipadamkan pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini ialah kemarau panjang.

Sehingga curah hujan menjadi lebih sedikit sehingga menjadi penyebab api sulit padam.

Pembakaran lahan tersebut disinyalir untuk digunakan sebagai perkebunan kelapa sawit.

Dikutip dari Kompas.com, Indonesia memiliki 14,4 juta hektar perkebunan kelapa sawit.

Doni mengatakan bahwa masalah karhutla ini pemerintah membutuhkan sinergi dari seluruh pihak.

BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>>>>>>

Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved