Kabut Asap

Di ILC Fadli Zon Bandingkan 'Marah' Soeharto dan Jokowi: Pak Harto Ngomong 'Gebuk', Langsung Stabil

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon membandingkan bagaimana kinerja Presiden Soeharto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menangai masalah di Indonesia.

Di ILC Fadli Zon Bandingkan 'Marah' Soeharto dan Jokowi: Pak Harto Ngomong 'Gebuk', Langsung Stabil
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di sela-sela acara Forum Parlemen Dunia di Bali, Kamis, (5/9/2019). 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon membandingkan bagaimana kinerja Presiden Soeharto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menangani masalah di Indonesia.

Fadli Zon tengah menyindir Jokowi yang tak kunjung bisa menyelesaikan masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera belakangan ini.

Dikutip TribunWow.com, hal ini diungkapkan Fadli Zon saat menjadi narasumber program Indonesia Lawyers Club (ILC), yang diungah dalam saluran YouTube Indonesia Lawyers Club, Selasa (17/9/2019).

Baca: Di ILC, Fadli Zon Sindir Jokowi yang Marah-marah soal Karhutla tapi Tak Ada Hasil: Weak Leadership

Fadli Zon mulanya menuturkan bahwa pemerintah seharusnya bisa menyampaikan kepada semua lapisan pemerintah agar peristiwa karhutla tak terjadi lagi.

"Jadi sebaiknya pemerintah dalam hal ini menyampaikan kepada semua stakeholder supaya ini benar-benar tidak terjadi," ujar Fadli Zon.

Ia lantas membandingkan bagaimana saat Presiden Soeharto dan Jokowi memberikan mandat dengan marah.

"Dan presiden itu harus efektif ya, dulu di zaman Pak Harto, baru Pak Harto ngomong 'Gebuk' (pukul) saja itu baru terjadi stabilisasi, ada order," ungkapnya.

"Ini (Jokowi) kalau marah berkali-kali tapi tidak efektif, itu kasihan, kasihan negara ini dan rakyat yang terkena dampaknya," papar Fadli Zon.

"Dan dampaknya ini menurut saya adalah masalah yang sangat serius, menimbulkan korban jiwa dan seterusnya, dan tentu kita sangat berharap dan mengapresiasi upaya-upaya dari para penegak hukum," kata Fadli Zon.

Akan tetapi, menurutnya hal itu belum cukup dan perlu ketegasan presiden kembali.

BACA SELENGKAPNYA>>>

Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved