Di ILC, Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau Bongkar Kalimat Jokowi saat Melihat Api Karhutla

Koordinator JIKALAHARI (Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau), Made Ali mengungkap hal menarik di acara 'Indonesia Lawyers Club'.

Di ILC, Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau Bongkar Kalimat Jokowi saat Melihat Api Karhutla
Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Riau, Selasa (17/9/2019). 

TRIBUNNEWS.COM - Koordinator JIKALAHARI (Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau), Made Ali mengungkap hal menarik di acara 'Indonesia Lawyers Club' pada Selasa (19/9/2019).

Made Ali membongkar ungkapan Jokowi saat melihat api atas kejadian kebakaran hutan dan lahan di Riau.

Dilansir TribunWow.com, Made Ali awalnya membongkar sejumlah kejahatan terkait kasus Karhutla.

Made Ali mengungkapkan, ada sekitar 378 lahan sawit ilegal di Riau.

"Terima kasih, pertama saya mau menanggapi dulu. Ada 378 Pak Karni sawit ilegal di Provinsi itu dalam kawasan hutan," ucap Made Ali.

Kemudian Made Ali secara terang-terangan bertanya-tanya apakah ada lahan milik anggota GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) yang tumbuh di kawasan hutan lindung.

Sehingga, Made Ali meminta GAPKI untuk menyelidiki adakah anggota GAPKI yang berlaku tidak benar.

 110 Hektare Lahan Calon Ibu Kota Baru Ikut Terbakar, Ini Kata Polres Penajam Paser Utara

"Itu apakah 378 itu ada anggota GAPKI. Itu dulu yang harus dikerjakan GAPKI. (Jumlah) 378 dalam kawasan hutan," ujar Made Ali.

Mendengar itu, Karni Ilyas langsung bertanya dari mana Made Ali bisa bertanya demikian.

"Apakah Anda punya bukti ada yang jadi anggota GAPKI. Kalau Anda tanya gitu, kalau saya jadi GAPKI enggak ada," sela Karni Ilyas.

BACA BERITA SELENGKAPNYA >>>

Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved