KPK akan Periksa Ketua Fraksi Golkar Markus Mekeng

Pemanggilan terhadap Mekeng merupakan kali ketiga setelah pada Rabu (11/9/2019) dan Senin (16/9/2019) pekan ini, Mekeng tak hadir.

KPK akan Periksa Ketua Fraksi Golkar Markus Mekeng
Tribunnews/Irwan Rismawan
Melchias Marcus Mekeng. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - KPK akan memerika Ketua Fraksi Golkar DPR Melchias Markus Mekeng terkait kasus suap pengurusan terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambagan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Kementerian ESDM.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SMT (Samin Tan)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (19/9/2019).

Pemanggilan terhadap Mekeng merupakan kali ketiga setelah pada Rabu (11/9/2019) dan Senin (16/9/2019) pekan ini, Mekeng tak hadir.

Baca: Video Detik-detik Anggota DPD RI Nyaris Baku Hantam Saat Rapat Paripurna

Baca: Manajer Operasional PT JTJ Tersangka Baru Kasus Kecelakaan Tol Cipularang

Baca: Jelang PSS Sleman vs Persipura Liga 1 2019: Tim Tamu Disambut Hangat Suporter Lawan

KPK sendiri sudah melakukan pelarangan ke luar negeri terhadap Mekeng, sejak Selasa (10/9/2019).

Kasus suap pengurusan terminasi ini merupakan pengembangan dari kasus suap PLTU Riau-1 yang menjerat beberapa pihak.

Samin Tan selaku pemilik perusahaan pertambangan PT Borneo Lumbung Energi (BLEM) sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka pada Februari 2019. Namun hingga kini, KPK belum kunjung menahan Samin Tan.

Samin Tan diduga telah menyuap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Tujuan pemberian suap agar Eni membantu proses pengurusan terminasi kontrak PKP2B PT AKT di Kementerian ESDM. PT AKT telah diakuisisi oleh PT BLEM.

Eni menyanggupi permintaan Samin Tan. Eni selaku anggota Panja Minerba di Komisi VII DPR bahkan menggunakan forum rapat dengar pendapat untuk memengaruhi pihak Kementerian ESDM.

Dalam proses penyelesaian, Eni diduga meminta sejumlah uang kepada Samin Tan untuk keperluan Pilkada suaminya, Muhammad Al Khadziq di Kabupaten Temanggung. Pemberian itu terjadi dalam dua tahap melalui staf Samin Tan dan tanaga ahli Eni Maulani Saragih.

Pertama, pada 1 Juni 2018 sebanyak Rp4 miliar dan pemberian kedua terjadi pada 22 Juni 2018 sebanyak Rp1 miliar. Total suap yang diterima Eni Maulani Saragih dari Samin Tan sebanyak Rp5 miliar.

Samin Tan disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved