KPPG dan Fraksi Partai Golkar Gelar Seminar Pendidikan untuk Generasi Muda

Pengamat Bidang Strategi dan Motivator Alfiantono memaparkan, banyak potensi bangsa yang harus dimanfaatkan generasi muda.

KPPG dan Fraksi Partai Golkar Gelar Seminar Pendidikan untuk Generasi Muda
Istimewa
Seluruh pembicara berfoto bersama dalam seminar pendidikan yang digelar KPPG dan Fraksi Partai Golkar DPR RI di Ruang KK I DPR RI, Rabu (18/9/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) dan Fraksi Partai Golkar DPR RI menggelar seminar pendidikan bertema "Cita-Cita, Karir dan Perjuangan Generasi Milenial Untuk Membangun Potensi Indonesia" di Jakarta, Rabu (18/9/2019) kemarin.

Ketua KPPG sekaligus Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, menjadi pembicara kunci dalam acara ini. Ia menyampaikan beberapa hal yang dibutuhkan pelajar dan mahasiswa menghadapi dunia kerja kerja: pondasi literasi, kompetensi dan karakter.

Lebih lanjut, politikus Golkar dari Kalimantan Timur itu menyampaikan, era keterbukaan informasi memberikan peluang yang luas bagi generasi muda Indonesia untuk belajar banyak hal, serta mengembangkan kreativitas. Apalagi, Indonesia memiliki banyak potensi untuk diolah secara kreatif.

Baca: Politisi PKS Khawatir soal Pasal Penghinaan Presiden di RKHUP

Baca: Belasan Pria di Sumedang Dirawat di RS Setelah Menegak Kopi Penambah Stamina

Baca: Tiba di Kemenpora, Imam Nahrawi Langsung Menuju Masjid

”Bidang ekonomi kreatif memiliki 16 subsektor, yaitu arsitektur, penerbitan, televisi dan radio, film, animasi dan video, seni kriya, aplikasi dan game, desain interior, musik, desain komunikasi visual, fashion, desain produk, periklanan, fotografi, kuliner, seni rupa, dan seni pertunjukan,” papar Hetifah.

Pengamat Bidang Strategi dan Motivator Alfiantono memaparkan, banyak potensi bangsa yang harus dimanfaatkan generasi muda. Dia juga mengungkapkan dua hal yang bisa menjadi kunci sukses Indonesia.

”Kita punya potensi pertanian, wisata, industri, budaya, maritim. Tidak semua negara lain punya seperti kita. Ada dua kunci sukses. Pertama inovasi. Indonesia nomor 85, Malaysia nomor 35. Kunci kedua kewirausahaan. Kita nomor 94, Malaysia nomor 58. Ini PR besar kita ke depan,” kata Alfiantono

Demi mempercepat potensi ekonomi ini, Alfiantono pun mendorong agar pengembangan sumber daya manusia yang lebih massif. Terlebih, Indonesia pada 2.020, akan mendapatkan bonus demografi usia produktif.

Di tempat yang sama, Sekjen KPPG Tetty Kadi, mengungkapkan bahwa dunia pendidikan terus mengalami perkembangan. "Banyak inovasi baru dalam dunia pendidikan, karena itu generasi milenial perlu terus belajar mengembangkan diri, agar dapat menjalankan perannya di era milenial."

Acara seminar ini dibuka oleh Sekretaris Fraksi Partai Golkar Adies Kadir, dan dihadiri beberapa narasumber seperti, Head of PGRI Smart Learning and Character Center Eko Indrajit, Pengamat Bidang Strategi dan Motivator Alfiantono, Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti Didin Wahidin, anggota DPR RI terpilih 2019-2024 Dyah Roro Esti, dan Founder FIND Fashion Indo Digital Yurita Puji.

Penulis: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved