Mantan Napi Terorisme Bebas, Ucapkan Sumpah Setia ke NKRI Hingga Ingin Buka Warung untuk Usaha

Tanpa basa-basi, Galih yang diketahui memiliki banyak nama samaran tersebut langsung memanjatkan rasa syukur usai dinyatakan bebas

Mantan Napi Terorisme Bebas, Ucapkan Sumpah Setia ke NKRI Hingga Ingin Buka Warung untuk Usaha
Kompas.com/Hamzah Arfah
Galih usai dinyatakan bebas setelah menjalani masa tahanan di Lapas Klas II Lamongan, Jumat (20/9/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, GRESIK - Seorang terpidana kasus terorisme bernama Galih Aji Satria akhirnya bisa menghirup udara bebas usai bebas dari Lapas Klas II Lamongan, Jumat (20/9/2019).

Diketahui, Galih Aji Satria terlihat dalam jaringan terorisme untuk urusan bahan peledak.

Baca: Ambulans yang Sedang Antar Jenazah Tabrak Truk di Tegal, Seluruh Penumpang yang Ikut Mengantar Tewas

Baca: Mama Muda dan Gadis SMA Jadi Sasaran Aksi Pria Misterius Mirip Kolor Ijo, Subuh Jadi Waktu Mencekam

Tanpa basa-basi, Galih yang diketahui memiliki banyak nama samaran tersebut langsung memanjatkan rasa syukurnya usai dinyatakan bebas.

Dia juga melakukan sujud di depan pintu masuk Lapas Klas II Lamongan.

"Alhamdulillah, sekarang saya bebas. Saya akan temui anak dan istri di rumah, saya kepengen buka warung untuk usaha," ujar Galih, kepada awak media, Jumat (20/9/2019).

Ia pun menyatakan, siap kembali berikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI), serta menyesali atas tindakan yang pernah dilakukan.

"Saya berharap, teman-teman selalu menyadari dan cinta kepada Tanah Air Indonesia, serta memberi sumbangsih pada Bangsa dan Negara, agar mempunyai nilai di mata dunia," ucap dia.

Galih sebelumnya diamankan oleh Tim Densus 88 Antiteror pada 13 Maret 2014 silam di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Ia diidentifikasi sebagai pelaku pengiriman paket berisi dua unit bahan peledak jenis bom pipa dan bom tupperware dari kampung halaman orangtuanya, dengan tujuan Singkang Wajo, Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, Galih juga sempat tersandung kasus serupa pada awal Januari 2011, karena kedapatan membawa bahan peledak saat dilakukan Operasi Cipta Kondisi di depan Mapolres Magetan.

Ia saat itu dijatuhi hukuman dua tahun tiga bulan (27 bulan) oleh Pengadilan Negeri Magetan, mulai 3 Mei 2011 dan bebas bersyarat pada 11 Juli 2012.

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved