Video Viral "Emak-emak Rebutan Rendang", Cara Unik SASA Gaungkan Persatuan Bangsa

Sebagai pelopor bumbu masak di Indonesia, SASA ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk memperkuat persatuan bangsa Indonesia melalui video viral “Em

Video Viral
Istimewa
Viral video emak-emak ribut sampai sampai mau berantem gara-gara rebutan makanan di acara kondangan atau pesta hajatan. 

TRIBUNNEWS.COM - Masih ingat video dua emak-emak bertengkar gara-gara rebutan rendang di prasmanan dan disaksikan oleh banyak pengunjung kondangan?

Pasti banyak netizen penasaran, bagaimana kelanjutan video tersebut? Bagaimana nasib hubungan kedua emak-emak tersebut pasca saling adu mulut dan hampir berbaku hantam?

Selasa (17/9) beberapa hari lalu, video viral emak-emak bertengkar gara-gara rebutan rendang ini sempat viral di Twitter dan Instagram, bahkan sempat dibagikan ulang oleh para selebtwit dan selebgram populer, seperti @hatihatidimedsos, @seteradeh, @Indozone, hingga @lambeturah.

Namun, banyak yang belum tahu kalau video viral tersebut adalah bagian dari campaign pemasaran produk bumbu masak instan SASA, tepatnya untuk produk SASA Bumbu Rendang.

Sebagai pelopor bumbu masak di Indonesia, SASA ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk memperkuat persatuan bangsa Indonesia melalui video viral “Emak-emak Rebutan Rendang”. Mengusung tagline ‘Satu Nusa Satu Sasa’, SASA mendorong masyarakat agar saling merangkul satu sama lain untuk mewujudkan persatuan.

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Albert Dinata General Manager PT SASA Inti melalui rilis resmi yang diterima Tribunnews, Kamis (19/9).

Baca: Sasa Bumbu Komplit Raih The Best Innovation in Marketing

“Sebagai manusia, tentu kita memiliki cerita dan pandangan yang berbeda satu dengan lainnya. Beberapa waktu ke belakang ini kami melihat banyak sekali isu-isu yang membuat kita saling bertikai. Menyikapi hal tersebut, Sasa meluncurkan campaign ‘Satu Nusa Satu Sasa’ untuk merangkul seluruh elemen masyarakat agar kita mengurangi pertikaian dan lebih mempererat persatuan bangsa ini,” ujar Albert Dinata.

Seperti yang umum diketahui, budaya gotong royong telah mengakar dan menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Apalagi, di tengah keanekaragaman suku dan budaya Indonesia, semangat gotong royong adalah kunci primer untuk merawat konsolidasi berbangsa dan bernegara.

Namun, seiring perubahan zaman, semangat gotong royong menjadi pudar. Kebebasan akses informasi dan teknologi kian melonggarkan hubungan satu sama lain, dan membuat sikap lebih individualis. Belum lagi dengan berbagai benturan konflik, baik di dunia nyata maupun dunia maya, yang diakibatkan oleh perbedaan pendapat. Padahal, di mata dunia, Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah dan santun.

Baca: Viral Emak-emak Berantem di Kondangan karena Rebutan Rendang, Netizen: Ayo Baku Hantam!

Contoh konkretnya, jika melihat pertikaian di sekitar, masyarakat harus sama-sama berupaya memadamkan konflik tersebut, bukan malah mendiamkan atau kian menyulutnya. Itulah pesan yang ingin disampaikan SASA, khususnya melalui produk yang baru dirilis, yakni SASA Bumbu Rendang.

Melalui tagar campaign #SatuNusaSatuSASA, SASA mengajak masyarakat Indonesia untuk menjaga perdamaian dan menjauhkan perpecahan. Sebab, persatuan yang kokoh bisa dimulai dari membangun kebersamaan.

Baca: Dugaan Itu Terbukti, Viral Video Emak-emak Berebut Rendang saat Resepsi Ternyata Iklan Penyedap Rasa

Untuk itu, tidak perlu bertikai dan saling menyakiti hanya karena urusan sepele seperti berebut rendang. Apalalgi, masyarakat kini bisa saling merangkul untuk memasak rendang yang enak.

Dengan demikian, SASA ingin menyoroti pentingnya menjaga persatuan, tentu dengan gerbakan kreatif dan sudut pandang yang segar dan nyentrik. Tidak sekadar viral dan bombastis, tetapi pesannya mendalam.(*)

Editor: Advertorial
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved