Breaking News:

Nasdem Targetkan Menang Di Atas 50 Persen Pada Pilkada Serentak 2020

Partai Nasdem optimis akan merebut kemenangan dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020.

Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Ketua DPP Nasdem Bidang Media dan Komunikasi Publik Willy Aditya di kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (23/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Nasdem optimis akan merebut kemenangan dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020.

Merujuk hasil Pilkada 2018, Nasdem mengklaim menang di hampir seluruh wilayah pemilihan.

Ketua DPP Nasdem Bidang Media dan Komunikasi Publik Willy Aditya optimis partainya mampu merebut lebih dari 50 persen kemenangan dalam Pilkada 2020.

"Ya sebanyak mungkin lah, apakah itu di atas 54 persen ya kita berusaha, toh kursi partai Nasdem signifikan naiknya, dan benar-benar meletakan kemenangannya ya kalau bisa di atas 50 persen lah," ucap Willy Aditya di Kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/9/2019).

Baca: Unjuk Rasa di Depan DPRD Jabar Ricuh, Polisi dan Mahasiswa Terluka Kena Lemparan Batu

Willy mengatakan, partainya tidak mematok target wilayah mana saja yang akan mendapat kemenangan dalam Pilkada.

Alasannya, Nasdem belum membaca siapa saja calon yang akan bertarung.

Meskipun begitu, ia optimis akan merebut kemenangan di hampir semua wilayah yang terdapat kader atau pemimpin petahan dari Nasdem.

"Jadi dari semua pilkada itu, kami berharap menang sebanyak mungkin," katanya.

Baca: Kepala BNPB: Water Bombing Tidak Begitu Efektif Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Willy juga mengungkapkan, fokus Pilkada 2020 bagi Nasdem ada 2 hal.

Pertama, tidak hanya menang secara kompetisi Pilkada tapi juga bisa menjaga basis konstituen bagi partai Nasdem.

Ia mencontohkan, bagaimana Nasdem punya Bupati, tapi pada Pemilu 2019 kalah.

Baca: Kasur, Buku Hingga Sepeda Motor Diamankan dari Kediaman Pasutri Terduga Teroris di Bekasi

Artinya, lanjut Wilky, kader tidak bisa menjaga konstituen.

"Ini yang kemudian tidak bisa dikonfersi berapa Pilkada yang akan dimenangkan. Kita bisa jadi kalah Pilkada tapi basisnya marginnya itu tidak jauh artinya itu juga menang, kami anggap di dalam kompetisi itu," jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved