Rusuh di Papua

Tiga Mahasiswa yang Tewas di Papua Diduga Terkena Peluru Karet

Dedi pun memastikan ketiganya merupakan mahasiswa dari luar Papua yang sedang kembali ke kampung halaman.

Tiga Mahasiswa yang Tewas di Papua Diduga Terkena Peluru Karet
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat berada di kantornya, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Dedi Prasetyo mengatakan tiga mahasiswa Papua yang tewas dalam aksi berujung bentrok yang terjadi di Jayapura, Papua, pada Senin (23/9/2019) kemarin diduga karena terkena peluru karet.

"Jadi, dugaan karena peluru karet," ujar Dedi, Selasa (24/9/2019).

Dedi pun memastikan ketiganya merupakan mahasiswa dari luar Papua yang sedang kembali ke kampung halaman.

Terkait sebab kematian ketiga mahasiswa itu, Polri pun melakukan autopsi.

Baca: Bantah DPR Terburu-buru Sahkan RUU KPK, Fahri Hamzah: Pak SBY Dulu Bilang Waktunya Tidak Tepat

Mulai dari pengecekan identitas dan membandingkan data antemortem dan postmortem.

"Tim DVI harus mengecek identitasnya, pembanding antemortem dan postmortem, didalami DVI RS Bhayangkara Jayapura," kata Dedi.

Selain menewaskan tiga mahasiswa, bentrokan itu turut menyebabkan tewasnya seorang prajurit TNI dan 20 orang lainnya luka-luka.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved