Gerakan 30 September

Kontroversi Film G30S: Fakta Adegan Penyiksaan hingga Sosok di Balik Penghentian Penayangan Film

Film G30S mengisahkan upaya percobaan kudeta yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan membunuh sejumlah jenderal TNI.

Kontroversi Film G30S: Fakta Adegan Penyiksaan hingga Sosok di Balik Penghentian Penayangan Film
WIKIPEDIA
Pierre Tendean menjadi korban keganasan G30S/PKI 

Kontroversi Film G30S: Fakta Adegan Penyiksaan hingga Sosok di Balik Penghentian Penayangan Film

TRIBUNNEWS.COM - Berbicara tentang peristiwa pembunuhan sejumlah jenderal TNI pada 30 September 1965 tentu sulit rasanya lepas dari Film Penumpasan Pengkhianatan G30 S PKI (G30S). 

Di masa Orde Baru, film karya Arifin C Noer ini diputar setiap 30 September malam. 

Film G30S mengisahkan upaya percobaan kudeta yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan membunuh sejumlah jenderal TNI. 

Dirilis perdana pada 1984 selama 13 tahun hingga kemudian dihentikan penanyangannya pada 1998, film G30S diproduksi oleh Pusat Produksi Film Negara (PFN). 

Baca: Film G30S, Penulis Ini Ungkap Kesaksian saat Film Diputar Perdana di Bioskop: Teman Saya Menangis

Mengutip Intisari, film ini diakui para pembuatnya sebagai docudrama, drama dokumenter, bukan dokumenter.

Poster film G30S/PKI
Poster film G30S/PKI (TribunWiki)

Sebagian besar adegan dibuat dalam rekaan ulang, walaupun ada juga beberapa bagian (sangat sedikit) berupa dokumentasi.

Dikerjakan dalam dua tahun, proses produksi film G30S menghabiskan biaya sebesar Rp 800 juta.

Angka tersebut terbilang terbesar untuk produksi film di masa itu.

Adapun jalan cerita film ini didasarkan hanya pada buku Tragedi Nasional Percobaan Kup G30S/PKI yang ditulis oleh sejarawan militer, Nugroho Notosusanto.

Halaman
1234
Penulis: Daryono
Editor: Gigih
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved